Kemendag Perkuat Campuspreneur, Cetak Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor

  • 14 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perdagangan memperkuat Program Campuspreneur melalui sinergi dengan perguruan tinggi, kurasi produk, penguatan kapasitas, dan fasilitasi akses pasar untuk menciptakan wirausaha muda berorientasi ekspor.
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Program Campuspreneur mengalami perkembangan positif selama Semester I 2026 dengan potensi pengembangan produk dan wirausaha untuk pasar lokal hingga global.
  • Sinergi dengan berbagai kampus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha mereka dengan dukungan penuh dari kementerian dalam mengakses pasar internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat Program Campuspreneur untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor. Penguatan dilakukan melalui sinergi dengan perguruan tinggi, kurasi produk, penguatan kapasitas, hingga fasilitasi akses pasar.

Mendag Budi Santoso mengatakan Campuspreneur berkembang ke arah yang baik selama Semester I 2026. Menurutnya, sinergi dengan berbagai kampus membuka potensi pengembangan produk dan wirausaha untuk pasar lokal hingga global.

“Selama Semester I 2026, kami melihat Campuspreneur berkembang ke arah yang baik. Untuk memastikan program ini sukses, Kemendag menjalin sinergi dengan berbagai kampus di Indonesia guna mencetak wirausahawan dari kampus,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pada Triwulan I 2026, Kemendag membangun fondasi kerja sama dengan perguruan tinggi. Tahapan tersebut mencakup pembahasan kesepakatan bersama, perjanjian kerja sama, hingga rencana aksi implementasi.

Memasuki Triwulan II, Campuspreneur diperkuat melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di Bidang Perdagangan. Selain itu, ditandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor.

Campuspreneur diluncurkan Budi di Universitas Negeri Sebelas Maret atau UNS Surakarta, Jawa Tengah, pada 2 April 2026. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari kampanye “Dari Lokal untuk Global”.

Kemendag juga menggelar Campuspreneur Expo pada 1-2 April 2026 di Auditorium UNS. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, alumni, dan UMKM binaan perguruan tinggi.

Budi menjelaskan Campuspreneur dirancang untuk membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus yang terhubung dengan akses pasar domestik dan internasional. Kemendag melibatkan pelaku usaha skala nasional hingga perwakilan perdagangan RI di berbagai negara tujuan ekspor untuk menggali peluang bagi wirausahawan kampus.

Untuk memperluas pasar domestik, Kemendag menggandeng Aprindo dan Hippindo dalam melakukan kurasi produk UMKM binaan kampus. Kurasi mencakup kualitas produk, desain kemasan, konsistensi produksi, kesiapan distribusi agar memenuhi persyaratan masuk jaringan ritel modern.

Hasil kurasi menghasilkan 23 Letter of Intent atau LoI antara wirausaha mahasiswa dan ritel modern selama Semester I 2026. Sebanyak 15 LoI ditandatangani di UNS dan delapan LoI di IPB University.

Untuk memperluas peluang ekspor, Kemendag memfasilitasi sesi presentasi bisnis atau pitching dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Peserta memperoleh informasi pasar, potensi negara tujuan ekspor, serta kebutuhan pasar internasional yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan usaha.

Kemendag juga menyelenggarakan diskusi panel, coaching clinic, dan meja konsultasi di kampus mitra sebagai penguatan kapasitas peserta. Kegiatan tersebut membahas penguatan merek dan kemasan produk, perizinan usaha, pemasaran digital, hingga standar dan regulasi perdagangan.

Salah satu capaian penting Campuspreneur pada Semester I 2026 adalah pelepasan ekspor produk UMKM binaan IPB University pada 12 Juni 2026. Produk pinang tersebut diekspor ke Bangladesh dan Maladewa dengan nilai mencapai Rp2,2 miliar.

“Capaian tersebut mendukung Campuspreneur untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda. Sekaligus menghasilkan transaksi ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ucap Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....