Mendag Apresiasi E-Commerce Perkuat Visibilitas Produk Lokal

  • 13 Agt 2026 23:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi peran platform niaga elektronik dalam memperkuat visibilitas produk lokal kepada konsumen.
  • Penguatan visibilitas produk lokal di platform e-commerce terbukti meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM di Indonesia.
  • Program Akselerasi Produk Lokal Shopee diluncurkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, sebagai upaya strategis memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dalam ekosistem niaga elektronik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi platform niaga elektronik yang memperkuat visibilitas produk lokal. Menurutnya, penguatan visibilitas dapat membuat produk lokal lebih cepat dikenal konsumen dan turut meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM.

Budi menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal Shopee di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menilai produk lokal perlu diutamakan dalam ekosistem niaga elektronik untuk memperkuat penggunaan produk dalam negeri.

“Saya mengapresiasi Shopee karena telah merespons Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 tahun 2026 dengan tepat. Berbagai fasilitas yang diberikan platform agar dimanfaatkan dengan baik,” kata Budi.

Budi juga menekankan pentingnya peran bersama antara penjual, platform, dan konsumen dalam membangun ekosistem niaga elektronik yang sehat. Ia menyebut ketiga pihak tersebut memiliki tanggung jawab yang setara dalam membangun perdagangan digital yang baik.

Kemendag turut memperluas akses pasar UMKM melalui program Product Placement Pilihan Busan (PPPB). Produk yang masuk program tersebut melalui proses kurasi dan seleksi sebelum diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Budi menjelaskan, program promosi periodik tersebut telah memasuki periode kedua hingga Agustus 2026. Produk yang terpilih memiliki nilai lebih serta teruji dari segi kualitas dan daya saing untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan Program Akselerasi Produk Lokal bentuk komitmen Shopee mendukung penguatan produk dalam negeri. Program tersebut sekaligus menjadi respons terhadap Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

“Pengembangan program ini tidak lepas dari bimbingan Kemendag melalui semangat Permendag Nomor 19 Tahun 2026. Kami terdorong menjadi lebih kreatif mendukung kebijakan pemerintah tersebut,” ujar Balques.

Balques menjelaskan dukungan Shopee diwujudkan melalui penguatan visibilitas produk lokal, transparansi informasi program dan struktur biaya, serta perluasan akses pasar. Dukungan tersebut juga mencakup perlindungan kekayaan intelektual.

“Kami optimistis dukungan komprehensif ini dapat berkontribusi positif terhadap penguatan daya saing produk lokal dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kami ingin program ini berjalan konsisten, berkomitmen, dan berkelanjutan dalam mendukung pelaku usaha dalam negeri,” katanya.

Program Akselerasi Produk Lokal juga menyediakan sejumlah insentif bagi pelaku usaha. Fasilitas tersebut mencakup Voucher Akselerasi Produk Lokal bagi penjual yang menjual 100 persen produk lokal setiap tanggal 17 serta bebas biaya layanan selama tiga bulan.

Program tersebut turut menyediakan penguatan kapasitas usaha melalui Kampus UMKM Shopee. Shopee juga menghadirkan fitur Brand IP Protection untuk memberikan perlindungan terhadap kekayaan intelektual.

Pendiri Hijab Berlin Ayu Mai Fakih mengatakan dukungan ekosistem perdagangan digital dan fasilitasi pemerintah telah membuka peluang bagi produk lokal untuk memperluas pasar hingga mancanegara. UMKM fesyen tersebut fokus pada kebutuhan ibadah haji dan umrah serta telah memasarkan produk melalui platform e-commerce dan toko fisik.

“Peluang kami untuk bisa go-global sangat didukung oleh Kemendag. Kami sudah mengekspor produk ke sembilan negara, di antaranya Malaysia, Tailan, Hongkong, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Arab Saudi,” ujar Ayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....