Kemenperin Perkuat Hilirisasi Agro, Rempah hingga Sagu Bidik Pasar Global
- 08 Agt 2026 08:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perindustrian menyatakan kekayaan sumber daya alam sebagai modal strategis untuk pengembangan industri agro nasional.
- Diperlukan pengolahan sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memenuhi standar internasional dan berdaya saing global.
- Penguatan kapasitas pelaku industri menjadi komponen penting dalam strategi pengembangan industri nasional menurut kementerian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kekayaan sumber daya alam menjadi modal strategis bagi pengembangan industri agro. Potensi tersebut perlu diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memenuhi standar internasional dan berdaya saing global.
Agus menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. Menurutnya, penguatan kapasitas pelaku industri menjadi bagian penting dari strategi pengembangan industri nasional.
“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut diolah menjadi produk industri bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di pasar global,” ujar Agus.
Agus menilai pasar global semakin kompetitif dengan persyaratan yang semakin kompleks. Industri nasional perlu memenuhi standar mutu dan keamanan pangan serta menunjukkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan.
“Pasar global semakin kompetitif dan memiliki persyaratan yang semakin kompleks. Industri nasional harus mampu membaca peluang pasar, memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, menunjukkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan,” kata Agus.
Sebagai langkah konkret, Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Ekspor. Kegiatan tersebut berlangsung pada 21-24 Juli 2026 di Jakarta dan diikuti 20 peserta dari 16 perusahaan.
Peserta berasal dari perusahaan industri rempah, rumput laut, mikroalga, sagu memiliki potensi pengembangan besar serta peluang pasar internasional. Kemenperin membekali pelaku industri dengan kemampuan mengelola strategi ekspor secara lebih terukur dan berbasis kebutuhan pasar.
Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan Bimtek menjadi langkah konkret membekali pelaku industri menghadapi dinamika perdagangan internasional. Materinya mencakup market intelligence, quality assurance, dan food safety sesuai regulasi negara tujuan ekspor.
“Penguatan akses pasar harus diikuti dengan kesiapan industri. Pelaku usaha perlu memiliki kemampuan membaca peluang pasar, memahami persyaratan negara tujuan ekspor, mampu menyampaikan keunggulan produknya,” ujar Putu.
Kemenperin juga memperkenalkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi membangun daya saing produk Indonesia. Peserta dibekali kemampuan menyusun Sustainability Company Profile dan Sustainability Pitch Deck untuk mengomunikasikan komitmen perusahaan.
“Tren pasar internasional menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan penting bagi buyers. Karena itu, industri kita harus mampu menunjukkan bagaimana perusahaan menjalankan proses bisnis,” kata Putu.
Pelaksanaan Bimtek dikemas melalui diskusi kelompok, sharing session pengalaman ekspor, analisis studi kasus, dan lokakarya penyusunan materi promosi. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta memperoleh pengetahuan konseptual sekaligus menghasilkan dokumen strategi ekspor.
Putu menegaskan penguatan kompetensi manajemen ekspor bertujuan membangun ekosistem industri agro yang semakin berorientasi pada pasar global. Kemenperin berharap kegiatan tersebut meningkatkan kesiapan perusahaan memperluas jejaring bisnis internasional.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan perusahaan dalam memperluas jejaring bisnis internasional. Selain itu, meningkatkan nilai tambah produk, dan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan mitra di berbagai negara,” ucap Putu.
Kemenperin optimistis penguatan kapasitas industri semakin membuka peluang produk industri agro Indonesia memasuki pasar internasional. Produk berbasis rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu diharapkan berkembang menjadi produk industri bernilai tambah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....