Indonesia Ikut Susun Agenda Industri BRICS, Perkuat Kolaborasi Global

  • 08 Agt 2026 02:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia berpartisipasi aktif dalam 4th BRICS PartNIR Advisory Group Meeting di New Delhi untuk menyusun arah kerja sama industri BRICS.
  • Forum membahas penyusunan Joint Declaration yang menjadi pijakan kolaborasi di bidang inovasi industri, manufaktur hijau, dan rantai pasok.
  • Menteri Perindustrian menekankan bahwa PartNIR adalah platform penting untuk menyelaraskan transformasi industri nasional dengan agenda pembangunan BRICS dan memastikan teknologi memberikan manfaat bagi semua negara anggota.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia berkontribusi menyusun arah kerja sama industri BRICS melalui 4th BRICS PartNIR Advisory Group Meeting di New Delhi, India. Forum tersebut membahas penyusunan Joint Declaration sebagai pijakan kolaborasi BRICS bidang inovasi industri, manufaktur hijau, dan rantai pasok.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan PartNIR menjadi platform penting menyelaraskan transformasi industri nasional dengan agenda pembangunan BRICS. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjawab tantangan bersama sekaligus memastikan kemajuan teknologi memberikan manfaat bagi seluruh negara anggota.

"Indonesia memandang PartNIR sebagai platform penting untuk menyelaraskan strategi industri nasional dengan kapabilitas kolektif negara-negara BRICS. Dengan menyatukan kekuatan dan berbagi strategi terbaik, kita dapat menjawab tantangan bersama serta memastikan kemajuan teknologi bermanfaat setara," ujar Agus dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Agus menjelaskan komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Indonesia dalam seluruh rangkaian BRICS PartNIR, mulai pertemuan pertama hingga keempat. Indonesia juga mengikuti berbagai sesi intersessional yang membahas penyusunan Joint Declaration sebelum dokumen tersebut diresmikan.

Peresmian Joint Declaration dilaksanakan pada agenda Industry Ministers Meeting di Jaipur, India, pada 6 Juli 2026. Konsistensi tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia berkontribusi dalam penyusunan arah kebijakan industri BRICS sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis.

Indonesia memaparkan tiga inisiatif transformasi industri nasional yang sejalan dengan prioritas BRICS PartNIR. Inisiatif tersebut meliputi penguatan IKM 4.0, akselerasi startup, transisi menuju industri hijau, serta penguatan SIINas berbasis data.

Selain itu, Indonesia memanfaatkan BRICS Centre for Industrial Competencies untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan bersama. Indonesia juga memanfaatkan BRICS PartNIR Innovation Center guna memperluas kemitraan teknologi dan proyek inovasi antarnegara anggota.

Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy mengatakan partisipasi aktif Indonesia dalam BRICS PartNIR memperluas jejaring kerja sama industri. Menurutnya, keterlibatan tersebut sekaligus mempercepat transformasi sektor manufaktur nasional melalui kolaborasi yang lebih konkret.

"Ke depan, Indonesia ingin meningkatkan keterlibatan yang telah terjalin menjadi kolaborasi yang lebih konkret. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pelatihan bersama, pertukaran keahlian, serta kemitraan teknologi yang bermanfaat bagi seluruh negara anggota BRICS," ujar Tri.

Tri menegaskan Indonesia berkomitmen terus memperluas kolaborasi internasional melalui BRICS PartNIR. Menurutnya, kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan kompetensi, inovasi teknologi, dan transformasi industri guna mendukung daya saing manufaktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....