Mendag Bertolak ke India, Perjuangkan Akses Pasar di Forum BRICS

  • 06 Agt 2026 04:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso berangkat ke Jaipur, India pada Rabu malam, 5 Agustus 2026 untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan BRICS.
  • Pertemuan BRICS berlangsung 6-7 Agustus 2026 dan akan membahas berbagai isu strategis perdagangan global serta inisiatif kerja sama multilateral.
  • Forum BRICS 6-7 Agustus 2026 membahas perdagangan multilateral, rantai nilai global, ekonomi digital, dan perdagangan jasa.
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso juga menggelar pertemuan bilateral dengan India, Mesir, Brasil, dan Uni Emirat Arab.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan BRICS di Jaipur untuk memperjuangkan perluasan akses pasar Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung selama 6-7 Agustus 2026 dengan pembahasan berbagai isu strategis perdagangan global.

Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat kemitraan ekonomi bersama negara-negara anggota BRICS secara lebih luas. Langkah tersebut juga bertujuan memastikan kepentingan nasional tercermin dalam berbagai inisiatif kerja sama BRICS.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan keikutsertaan Indonesia menjadi kesempatan strategis memperkuat kemitraan ekonomi bersama negara anggota BRICS. Pertemuan berlangsung di Jaipur, India, di bawah Presidensi India mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

"Keikutsertaan Indonesia dalam Pertemuan Para Menteri Perdagangan BRICS menjadi kesempatan memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara-negara anggota BRICS. Keikutsertaan ini sekaligus memastikan kepentingan nasional Indonesia tecermin dalam berbagai inisiatif kerja sama yang dihasilkan BRICS," ujar Budi dalam keterangannya kepada RRI.co.id ,sebelum bertolak ke India, Rabu, 5 Agustus 2026.

Para menteri perdagangan negara anggota BRICS membahas penguatan sistem perdagangan multilateral serta ketahanan rantai nilai global. Agenda lainnya mencakup fasilitasi perdagangan jasa, ekonomi digital, dan penguatan kerja sama perdagangan antaranggota BRICS.

Indonesia memperjuangkan peningkatan investasi serta penguatan sistem perdagangan multilateral yang terbuka, transparan, inklusif, dan berbasis aturan. Indonesia juga mendorong penguatan daya saing, peningkatan nilai tambah ekonomi nasional, serta pertumbuhan inklusif negara berkembang.

Budi menegaskan kolaborasi antaranggota BRICS menjadi faktor penting menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini. Indonesia juga mendorong penguatan fasilitasi perdagangan jasa dan pengembangan rantai nilai global yang lebih tangguh.

"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi erat antaranggota BRICS penting menciptakan perdagangan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Indonesia siap berkontribusi penguatan fasilitasi perdagangan jasa, transformasi digital, pengembangan rantai nilai global lebih resilien dan saling menguntungkan," kata Budi.

Selain agenda utama, Budi dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral bersama menteri perdagangan India, Mesir, Brasil, dan Uni Emirat Arab. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan ekonomi secara bilateral maupun dalam kerangka kerja sama BRICS.

BRICS merupakan kelompok kerja sama geopolitik dan ekonomi internasional yang beranggotakan 11 negara berkembang. Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....