Pemerintah Serius Kembangkan Mobil Listrik, Insentif Segera Digelontorkan

  • 04 Agt 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah serius kembangkan mobil listrik karenanya akan memberikan insentif untuk mobil dan motor listrik
  • Insentif akan diberikan untuk 500 mobil listrik dan motor listrik, berupa insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Menkeu mengajak produsen otomotif global untuk berinvestasi di Indonesia dan pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan serta memperbaiki iklam investasi

RRI.CO. DI, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan memberikan insentif bagi mobil listrik. Hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia.

Menurut Menkeu Purbaya, pengumuman insentif tersebut akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. “Mungkin dalam dua atau tiga minggu ke depan, Presiden Prabowo akan mengumumkan insentif untuk mobil listrik,” ujarnya dalam acara Gaikindo International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Selasa, 4 Agustus 2026.

Insentif akan diberikan untuk 500 mobil listrik dan motor listrik, berupa insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Untuk sementara, kata Menkeu, insentif hanya diberikan untuk mobil listrik murni, bukan hybrid.

“Konflik geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga minyak, kita ingin mengurangi ketergantungan pada impor minyak. Karenanya, pemerintah akan melanjutkan rencana pemberian insentif bagi mobil listrik,” ujarnya.

Lebih lanjut Menkeu mengatakan, dirinya ingin Indonesia menjadi pusat produksi industri otomotif di kawasan. Hasil produksinya selain untuk memenuhi kebutuhan di kawasan dan diekspor ke berbagai negara.

Untuk itu, Menkeu mengajak produsen otomotif global untuk berinvestasi atau meningkatkan investasinya di Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan dukungan insentif yang dibutuhkan.

Industri otomotif, tambah Menkeu, menjadi industri yang strategis karena menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Saat ini, sekitar 1,5 juta rakyat Indonesia bekerja di industri otomotif.

Selain itu kapasitas produksinya mencapai 2,6 juta per tahun. Industri otomotif juga terkoneksi dengan industri lainnya seperti industri baja, elektronik, bahan kimia, logistik dan keuangan.

Menkeu mengatakan, investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat. Daya beli yang meningkat akan menciptakan pasar yang kuat bagi industri otomotif itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....