Menkeu: Pertumbuhan Penjualan Mobil dan Motor Tanda Daya Beli Masyarakat Terjaga
- 04 Agt 2026 16:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, pertumbuhan penjualan mobil dan motor menunjukkan terjaganya daya beli masyarakat dan permintaan domestik
- Secara tahunan, pada Juni 2026 penjualan mobil tumbuh 32,9 persen dan penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, pertumbuhan penjualan mobil dan motor menunjukkan terjaganya daya beli dan permintaan domestik. Menurut dia, industri otomotif merupakan salah satu motor penggerak perekonomian nasional.
Demikian disampaikannya saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa 4 Agustus 2026. Menkeu menyebutkan penjualan mobil pada Juli 2026 tumbuh 32,9 persen secara tahunan.
Sedangkan penjualan sepeda motor pada periode yang sama tumbuh 1,1 persen secara tahunan. “Kondisi tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat dan daya beli tetap terjaga di tengah dinamika global,” katanya.
Menkeu menambahkan pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi secara berkala. Menurut dia, hasil pantauan ini akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan fiskal.
“Kami akan bertindak cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak tidak terpengaruh perkembangan negatif di pasar,” ucapnya. Purbaya menambahkan industri otomotif merupakan salah satu industri yang berperan penting untuk menggerakkan perekonomian nasional.
“Industri otomotif tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat,” ujarnya menegaskan. “Industri tersebut juga memiliki efek berganda pada sektor lainnya seperti manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.”
Karena itu, Menkeu mendorong industri otomotif nasional untuk memperkuat daya saing industri. Menurut dia, untuk mencapai hal itu diperlukan sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri.
“Tantangan industri otomotif ke depan bukan hanya bertransformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi dan mengadopsi kendaraan listrik,” ujarnya. “Dia juga harus bisa memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri nasional.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....