Kemenekraf Dorong Kriya Tikar Aceh Timur jadi Ikon Ekonomi Kreatif

  • 04 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekraf mendorong kriya tikar Aceh Timur menjadi ikon ekonomi kreatif.
  • Pengembangan desa kreatif dan kawasan Monisa diarahkan menggerakkan ekonomi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pengembangan kriya anyaman tikar dan tenun di Aceh Timur. Produk tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus ikon ekonomi kreatif daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan pengembangan kriya tikar dapat dimulai dari satu desa sebagai pilot project. Penguatan produksi melibatkan para perajin, sementara generasi muda didorong memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan dan memasarkan produk lokal.

“Tikar ini bisa kita fokuskan lebih dulu,” katanya di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. “Kalau berhasil, desa-desa lain bisa ikut sehingga menjadi pilot project.”

Pada semester kedua 2026, Kemenekraf akan menjalankan tiga program di Aceh Timur. Di antaranya aktivasi ruang kreatif untuk meningkatkan kapasitas perajin dan fasilitasi sarana berupa peralatan penunjang produksi.

Selain itu ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pembuatan konten dan pemasaran digital. Pengembangan desa kreatif berbasis kriya juga diharapkan dapat memperkuat identitas daerah dan ekonomi baru bagi masyarakat Aceh Timur.

Upaya tersebut dibahas Menekraf bersama Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. Pada kesempatan itu, Iskandar menyampaikan rencana pengembangan kawasan Monumen Islam Asia Tenggara atau Monisa.

“Aceh Timur memiliki potensi kriya yang dapat dikembangkan melalui desa kreatif, khususnya anyaman tikar dan tenun,” ujarnya. Iskandar berharap Kemenekraf dapat memberikan arahan dan tindak lanjut agar potensi tersebut berkembang.

Kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dan membutuhkan sinergi lintas kementerian. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur turut menyampaikan persoalan pascabanjir yang membutuhkan dukungan dari berbagai kementerian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....