Pasar Sportswear Indonesia Diproyeksi Tembus Rp58,6 Triliun pada 2030
- 04 Agt 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pasar sportswear Indonesia diproyeksikan mencapai nilai Rp58,6 triliun pada tahun 2030 berdasarkan laporan Euromonitor International Februari 2026.
- Nilai pasar sportswear Indonesia pada 2025 mencapai Rp38,5 triliun dengan pertumbuhan delapan persen, dan diperkirakan tumbuh dengan CAGR sembilan persen selama periode 2025-2030.
- Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai proyeksi pertumbuhan pasar ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan industri olahraga nasional di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Laporan Sportswear in Indonesia terbitan Euromonitor International Februari 2026 memproyeksikan nilai pasar sportswear Indonesia mencapai Rp58,6 triliun 2030. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenprin) Faisol Riza menilai proyeksi tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan industri olahraga nasional.
Laporan tersebut mencatat nilai pasar sportswear Indonesia mencapai sekitar Rp38,5 triliun pada 2025 tumbuh delapan persen. Nilai pasar tersebut diperkirakan meningkat dengan CAGR sekitar sembilan persen selama periode 2025-2030.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar sportswear Indonesia. Yang harus mampu dimanfaatkan oleh industri dalam negeri," ujar Faisol pada pembukaan Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) dan Cosmetic Day 2026 di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Faisol menilai meningkatnya permintaan produk sportswear menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri nasional. Menurut dia, industri dalam negeri perlu terus meningkatkan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang pasar yang semakin berkembang.
"Karena itu, ISAW dan Cosmetic Day 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya bersama memperkuat daya saing IKM. Agar mampu menangkap peluang pasar yang terus berkembang," kata Faisol.
Ia mengatakan salah satu upaya memperkuat ekosistem industri dilakukan melalui penyelenggaraan ISAW dan Cosmetic Day 2026. Pameran yang mengusung tema "Lokal, Aktif, Halal" tersebut menjadi wadah promosi, kolaborasi, dan apresiasi bagi pelaku industri.
Faisol menjelaskan penyelenggaraan bersama kedua agenda tersebut mencerminkan semakin eratnya keterkaitan karakter pasar dan konsumennya. Menurut dia, industri sport and active wear maupun kosmetik sama-sama berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
"Kedua industri ini memiliki basis konsumen yang kuat, terutama dari kelompok usia produktif yang adaptif terhadap perkembangan tren. Serta menjadikan olahraga dan penampilan sebagai bagian dari gaya hidup,” ucap Faisol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....