Perjalanan Panjang CUPRINOMAT Berakhir di Sidrap, Edukasi Petani Terus Berlanjut

  • 31 Jul 2026 11:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Sidrap – Perjalanan mobil aktivasi CUPRINOMAT menempuh 5.108 kilometer dan berakhir di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Edukasi kepada petani mengenai teknologi biostimulan dipastikan tetap berlanjut.

Grand Finale peluncuran CUPRINOMAT digelar Syngenta Indonesia di Sidrap pada 28 Juli 2026. Kegiatan itu dihadiri sekitar 450 petani bersama para pemangku kepentingan sektor pertanian.

Acara tersebut menjadi puncak rangkaian Road to Grand Finale yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Mobil aktivasi membawa edukasi langsung mengenai teknologi biostimulan kepada para petani.

Perjalanan dimulai dari Medan sebelum singgah di Alahan Panjang, Lampung, Karawang, Indramayu, Grobogan, Jember, Lombok, dan Makassar. Sidrap menjadi tujuan akhir perjalanan edukasi tersebut.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan pertumbuhan tanaman merupakan sebuah perjalanan yang penuh tantangan. Tanaman memerlukan dukungan agar tetap tumbuh optimal dalam berbagai kondisi lingkungan.

"CUPRINOMAT membantu meningkatkan proses alami tanaman sekaligus memperkuat toleransi terhadap cekaman lingkungan. Inovasi itu diharapkan mendukung produktivitas pertanian yang lebih berkelanjutan," kata Eryanto dalam keterangan pers tertulis, Jumat, 31 Juli 2026.

CUPRINOMAT merupakan biostimulan yang mengombinasikan asam amino, asam humat, asam fulvat, dan nutrisi mikro. Formulasi tersebut membantu penyerapan nutrisi sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Teknologi itu juga dirancang membantu tanaman menghadapi perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang kurang ideal. Syngenta menilai inovasi tersebut relevan menghadapi tantangan pertanian modern.

Perjalanan mobil aktivasi tidak hanya menjadi ajang peluncuran produk. Kegiatan itu juga menjadi sarana pembuktian langsung manfaat CUPRINOMAT di lapangan.

"Selama perjalanan, tim Syngenta membawa spesimen tanaman untuk diamati pada berbagai kondisi lingkungan. Hasil pengamatan menunjukkan tanaman dengan CUPRINOMAT tumbuh lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan," kata Eryanto.

Portfolio Manager Biostimulant Syngenta Indonesia, Faizal Abrudin mengatakan, pembuktian dilakukan secara terbuka kepada petani. Langkah itu diharapkan meningkatkan kepercayaan petani terhadap teknologi biostimulan.

"Syngenta menjangkau sekitar 500 petani melalui edukasi dan demonstrasi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Para petani memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan cara penggunaan CUPRINOMAT," ujarnya.

Petani padi asal Sidrap, Jumaidi, mengaku melihat langsung perbedaan pertumbuhan tanaman selama demonstrasi berlangsung. "Tanaman yang menggunakan CUPRINOMAT tampak lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan," ucapnya.

Berakhirnya perjalanan di Sidrap menjadi awal penguatan edukasi pertanian kepada petani Indonesia. Syngenta berkomitmen melanjutkan pendampingan melalui berbagai program inovasi dan pengembangan teknologi pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....