Arief Poyuono: Gubernur BI Baru Harus Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Pasar

  • 28 Jul 2026 07:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Arief Poyuono, menilai Gubernur Bank Indonesia baru harus menjaga stabilitas moneter. Menurutnya, kepercayaan pasar menjadi modal utama menghadapi tantangan ekonomi nasional.

Arief mengatakan pengganti Perry Warjiyo harus menjaga kesinambungan kebijakan moneter. Independensi Bank Indonesia juga harus tetap dipertahankan untuk menjaga kredibilitas lembaga.

"Paling penting bukan siapa figur penggantinya. Tetapi, kemampuannya menjaga kesinambungan kebijakan," kata Arief, dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menilai Perry Warjiyo berhasil menjaga stabilitas moneter sejak memimpin Bank Indonesia pada 2018. Kepemimpinannya dinilai mampu menghadapi pandemi dan transisi pemerintahan secara baik.

Menurut Arief, tantangan ekonomi ke depan semakin kompleks. Ruang fiskal pemerintah semakin terbatas akibat meningkatnya kebutuhan pembiayaan negara.

Kondisi tersebut membuat peran Bank Indonesia semakin strategis. Kebijakan moneter harus menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Arief menilai target pertumbuhan ekonomi delapan persen memerlukan kebijakan yang saling mendukung. Program pemerintah juga harus dievaluasi secara berkala berdasarkan indikator ekonomi.

Ia menyebut kepercayaan investor menjadi tantangan utama Gubernur Bank Indonesia berikutnya. Kepercayaan tersebut menentukan stabilitas pasar dan arus investasi ke Indonesia.

Selain itu, Bank Indonesia harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pengendalian inflasi juga harus dilakukan melalui kebijakan moneter yang tepat.

Bank Indonesia juga perlu mengantisipasi potensi arus keluar modal dari pasar domestik. Kebijakan suku bunga dan likuiditas harus diterapkan secara cermat.

Arief menilai koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia harus terus diperkuat. Namun, independensi bank sentral tetap harus dijaga sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Stabilitas moneter penting. Menjadi syarat utama mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia mengatakan dunia usaha membutuhkan kepastian nilai tukar dan inflasi yang terkendali. Sistem keuangan yang sehat juga menjadi syarat penting bagi investasi.

Arief berharap pemimpin baru Bank Indonesia memahami dinamika ekonomi global. Pemimpin tersebut juga harus mampu menjaga kredibilitas lembaga di mata investor.

Ia menambahkan Bank Indonesia berperan menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. Ketiga fungsi tersebut menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai Komisaris Pelindo, Arief berharap Bank Indonesia mendukung transformasi digital sektor logistik. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui penguatan sistem pembayaran digital nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....