PLN Nusantara Power Tampilkan Inovasi Hidrogen Hijau di GHES 2026
- 22 Jul 2026 11:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Forum internasional itu mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, investor, dan mitra global membahas pengembangan ekosistem hidrogen.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan hidrogen menjadi strategi penting memperkuat ketahanan energi nasional.
- Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan perusahaan membangun ekosistem hidrogen dari hulu hingga hilir.
RRI.CO.ID, Jakarta – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menampilkan berbagai inovasi hidrogen hijau pada Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta. Keikutsertaan tersebut menegaskan komitmen perusahaan memperkuat ekosistem hidrogen nasional sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih.
GHES 2026 berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center. Forum internasional itu mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, investor, dan mitra global membahas pengembangan ekosistem hidrogen.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan hidrogen menjadi strategi penting memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, hidrogen juga berpotensi mempercepat transisi energi sekaligus mendorong hilirisasi industri dalam beberapa tahun mendatang.
"Keyakinan saya, paling lambat lima sampai sepuluh tahun ke depan, hidrogen akan mampu menyaingi kendaraan listrik berbasis baterai. Pengembangan hidrogen merupakan langkah strategis memperkuat kemandirian energi dan mempercepat swasembada energi nasional," ujar Bahlil dalam siaran pers, Rabu, 22 Juli 2026.
PLN NP menampilkan Hydrogen Refueling Station Muara Tawar, H-E Nusantara, FCEV Cruiser, Green Hydrogen Plant, dan Hydrogen Fuel Cell Generator. Inovasi tersebut menunjukkan pemanfaatan hidrogen hijau pada sektor transportasi, pembangkitan listrik, dan berbagai kebutuhan industri.
H-E Nusantara merupakan kendaraan berbasis Fuel Cell Electric Vehicle hasil kolaborasi PLN NP bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga 270 kilometer dengan waktu pengisian hidrogen sekitar lima menit.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan perusahaan membangun ekosistem hidrogen dari hulu hingga hilir. Pengembangan tersebut meliputi produksi, penyimpanan, distribusi, serta pemanfaatan hidrogen pada berbagai sektor strategis nasional.
"PLN Nusantara Power tidak hanya memproduksi hidrogen hijau, tetapi juga membangun ekosistemnya secara menyeluruh hingga tahap pemanfaatan," kata Ruly.
Menurut Ruly, GHES 2026 menjadi momentum menunjukkan inovasi hidrogen Indonesia telah memasuki tahap implementasi nyata. Inovasi tersebut diharapkan mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions.
PLN NP juga memanfaatkan Hydrogen Fuel Cell Generator sebagai sumber listrik portabel berbasis hidrogen hijau. Teknologi tersebut sebelumnya diuji pada elektrifikasi Pulau Gili Ketapang sebagai solusi energi bersih wilayah kepulauan.
Sejak 2023, PLN NP terus memperluas pengembangan Green Hydrogen Plant di berbagai unit pembangkit Pulau Jawa. Saat ini perusahaan mengoperasikan delapan Green Hydrogen Plant dengan kapasitas produksi mencapai 94,63 ton hidrogen hijau setiap tahun.
Melalui partisipasi pada GHES 2026, PLN NP menegaskan perannya memperkuat rantai nilai hidrogen nasional. Perusahaan juga memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....