Kemendag Catat 'Business Matching' Hasilkan Realisasi Ekspor

  • 21 Jul 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perdagangan melaksanakan 59 kegiatan business matching melalui Atase Perdagangan RI Seoul pada Semester I 2026 yang menghasilkan realisasi ekspor dan peluang transaksi.
  • Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menjelaskan bahwa business matching berfungsi mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli luar negeri.
  • Business matching tidak hanya menghubungkan penjual dan pembeli, tetapi juga mengawal proses penjajakan bisnis hingga menghasilkan transaksi yang konkret.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan mencatat business matching Atase Perdagangan RI Seoul menghasilkan realisasi ekspor produk unggulan Indonesia dan peluang transaksi. Sebanyak 59 kegiatan business matching terlaksana pada Semester I 2026.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan business matching mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli luar negeri. Menurutnya, business matching juga mengawal proses penjajakan bisnis hingga menghasilkan transaksi.

"Business matching menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pasar ekspor Indonesia. Melalui perwakilan perdagangan RI, pelaku usaha didampingi bertemu dengan calon-calon pembeli dalam proses negosiasi hingga realisasi transaksi," ujar Puntodewi di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Kemendag terus memperluas jangkauan pasar ekspor Indonesia di pasar global, termasuk ke Korea Selatan. Dari total 59 business matching, sebanyak 12 kegiatan dilaksanakan secara daring dan 47 kegiatan secara luring.

Business matching secara luring diselenggarakan bertepatan dengan ASEAN Panorama pada 28-29 Mei 2026. Fasilitasi tersebut menghasilkan realisasi ekspor sejumlah produk Indonesia ke Korea Selatan.

Salah satunya, CV Hortindo Agrokencana Farm mengekspor crispy sweet potato stick kepada Family International Co., Ltd. senilai USD25.790. PT Indo Risakti merealisasikan ekspor produk furnitur kepada Dear Rounder Studio senilai USD6.512 atau sekitar Rp116,83 juta.

Atase Perdagangan RI Seoul Roesfitawati mengatakan minat pelaku usaha Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, sejumlah business matching yang difasilitasi telah memasuki tahap negosiasi lanjutan dengan calon pembeli di Korea Selatan.

"Minat pelaku usaha Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Selain menghasilkan realisasi ekspor, sejumlah business matching yang kami fasilitasi juga telah memasuki tahap negosiasi lanjutan," ujar Roesfitawati.

Roesfitawati menambahkan selain menghasilkan realisasi ekspor, business matching juga membuka peluang transaksi untuk berbagai komoditas strategis Indonesia. Saat ini, sejumlah penjajakan bisnis telah memasuki tahap negosiasi lanjutan dengan calon pembeli di Korea Selatan.

Salah satu peluang tersebut berasal dari produk berbasis kayu. Perusahaan Korea Selatan DSP Co., Ltd. saat ini menunggu sampel wood powder dan wood pellet sebagai tindak lanjut business matching.

Roesfitawati juga memfasilitasi business matching di sektor perikanan setelah Samsung Welstory menyampaikan permintaan produk braided frozen shrimp dan squid. Sementara itu, Yujin Co., Ltd. menjajaki kerja sama dengan UKM PT Pareto Estu Guna untuk pengadaan berbagai varian produk keripik Indonesia.

Roesfitawati mengatakan kepercayaan buyer Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus meningkat. Menurutnya, hal tersebut terlihat dari adanya importir yang mulai menjajaki produk-produk baru dari Indonesia.

"Kepercayaan buyer Korea Selatan terhadap produk Indonesia terus meningkat. Kami akan terus memanfaatkan momentum ini untuk mendorong diversifikasi ekspor dan memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha Indonesia," ujar Roesfitawati.

Perwakilan CV Hortindo Agrokencana Farm Ahmad Hadi R. mengatakan pendampingan yang diberikan membantu perusahaannya memasuki pasar Korea Selatan. Menurutnya, fasilitasi yang diberikan juga mendampingi proses penjajakan bisnis hingga menghasilkan transaksi.

"Kami sangat terbantu karena dipertemukan dengan buyer di Korea Selatan dan terus didampingi hingga berhasil memperoleh pesanan. Terima kasih atas pendampingan dan kesempatan untuk diperkenalkan kepada calon pembeli baru," ujar Ahmad Hadi R.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....