Mendag Pacu Optimalisasi Indonesia-Cili CEPA untuk Perluas Akses Pasar

  • 21 Jul 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso mengupayakan optimalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Cili (IC-CEPA) untuk meningkatkan nilai perdagangan.
  • Langkah optimalisasi IC-CEPA bertujuan memperluas akses pasar kedua negara dalam kerja sama perdagangan bilateral.
  • Hubungan perdagangan Indonesia dan Cili terus menunjukkan kemajuan positif dan menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Indonesia mengupayakan optimalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Cili (IC-CEPA). Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar kedua negara.

Mendag mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dan Cili terus menunjukkan kemajuan positif dan menjanjikan. Menurutnya, kedua negara perlu mengoptimalkan IC-CEPA sebagai langkah lanjutan dalam kerja sama perdagangan.

"Indonesia mengapresiasi penguatan hubungan perdagangan dengan Cili yang terus menunjukkan kemajuan positif dan menjanjikan. Indonesia dan Cili sudah memiliki perjanjian dagang IC-CEPA," ujar Mendag di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026.

Mendag mengatakan perundingan dan implementasi IC-CEPA dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas. Indonesia telah mengimplementasikan perjanjian di sektor perdagangan barang pada 2019 dan sektor perdagangan jasa pada 2025.

Ia mengatakan Indonesia dan Cili telah menandatangani pernyataan bersama tentang peluncuran perundingan sektor investasi pada 2024. Mendag berharap perundingan sektor investasi dapat diselesaikan secara intensif melalui serangkaian pertemuan virtual tahun ini.

"Perundingan dan implementasi IC-CEPA kami lakukan bertahap berdasarkan prioritas. Kami harap, perundingan sektor investasi bisa diselesaikan secara intensif melalui serangkaian pertemuan virtual tahun ini," kata Mendag.

Mendag menilai perdagangan Indonesia dan Cili masih memiliki ruang untuk diperluas. Menurutnya, komunikasi antara pelaku usaha kedua negara perlu semakin didukung untuk mengoptimalkan perdagangan.

Ia mengusulkan pembentukan forum pelaku usaha yang mempertemukan investor, eksportir, dan importir dari kedua negara. Menurutnya, interaksi pelaku usaha Indonesia dan Cili akan semakin mempercepat peningkatan perdagangan kedua negara.

"Perlu ada pendekatan antara pelaku usaha (business-to-business/B2B) Indonesia dan Cili, misalnya melalui konsil bisnis (business council). Interaksi pelaku usaha Indonesia dan Cili akan semakin mempercepat peningkatan perdagangan kedua negara," ucap Mendag.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....