Promosi Kuliner di Belanda, Kemendag Dorong Ekspor ke Eropa

  • 16 Jul 2026 13:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Indonesia Summer Cooking Experience di Amsterdam sebagai bagian dari program Rasa Rempah Indonesia (S'RASA) untuk mempromosikan produk kuliner dan rempah Indonesia kepada pelaku usaha internasional.
  • Kegiatan ini menampilkan pembuatan empat makanan Indonesia tradisional yaitu sate kambing, cireng, otak-otak, dan bolu gula aren, serta mempromosikan produk unggulan seperti Kecap Bango, gula aren, dan Kopi Kapal Api untuk pasar Belanda.
  • Belanda ditetapkan sebagai gerbang utama distribusi produk ke Eropa, membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia yang lebih luas ke pasar global melalui diplomasi kuliner dan business engagement dengan importir internasional.

RRI.CO.ID, Amsterdam - Kementerian Perdagangan menggelar Indonesia Summer Cooking Experience di Amsterdam, Belanda, sebagai bagian dari program Rasa Rempah Indonesia (S'RASA). Kegiatan tersebut menjadi sarana business engagement untuk mempromosikan produk kuliner Indonesia sekaligus memperluas eksposur makanan, minuman, bumbu, rempah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan program tersebut memperkenalkan makanan Indonesia kepada pelaku usaha kuliner mancanegara. Menurutnya, penggunaan bahan baku Indonesia oleh pelaku usaha internasional membuka peluang ekspor makanan, minuman, bumbu, dan rempah.

"Ketika pelaku usaha kuliner internasional mengenal dan menggunakan bahan baku Indonesia, peluang ekspor semakin terbuka. Hal tersebut membuka jalan bagi produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia memasuki pasar global," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Indonesia Summer Cooking Experience dibuka oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Laurentius Amrih Jinangkung. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan pembuatan empat makanan Indonesia, yaitu sate kambing, cireng, otak-otak, dan bolu gula aren.

"Kami berharap kelas memasak hari ini dapat menginspirasi kemitraan baru. Kegiatan ini juga mendorong apresiasi lebih besar terhadap produk pangan Indonesia di kancah global melalui diplomasi kuliner," ujar Laurentius.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ari Satria mengatakan Indonesia Summer Cooking Experience memperkenalkan keunggulan kuliner Indonesia kepada pelaku usaha. Menurutnya, kegiatan tersebut memperkenalkan produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia dengan harapan produk pangan Indonesia semakin diminati.

"Indonesia Summer Cooking Experience dirancang sebagai wadah pelaku usaha kuliner luar negeri mengetahui kualitas dan keunggulan kuliner Indonesia. Kami perkenalkan produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah dengan harapan produk pangan Indonesia bisa semakin diminati," ujar Ari.

Atase Perdagangan RI di Den Haag Annisa Hapsari mengatakan Belanda merupakan gerbang utama distribusi produk dan logistik menuju Eropa. Menurutnya, menghadirkan pengalaman kuliner Indonesia kepada pelaku usaha membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia di kawasan Eropa.

"Belanda memiliki pasar yang semakin terbuka terhadap kuliner internasional. Kami optimistis dapat membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia di Belanda maupun Eropa," ujar Annisa.

Dalam kegiatan tersebut, Kemendag mempromosikan Kecap Bango, gula aren, dan Kopi Kapal Api untuk pasar Belanda melalui importir. Pendiri Lakeside BV Oswin Beingsick mengatakan kegiatan tersebut membantunya membangun jejaring sekaligus mengenal kualitas produk pangan Indonesia lebih dekat.

"Melalui Indonesia Summer Cooking Experience, kami dapat membangun jejaring dengan para pelaku usaha Indonesia. Saya melihat peluang yang sangat baik untuk memperluas impor produk pangan Indonesia ke pasar Belanda," ujar Oswin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....