Indonesia dan Maroko Perkuat Kerja Sama Perdagangan

  • 11 Jul 2026 02:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Maroko menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Jaminan Produk Halal sebagai tonggak penting untuk memajukan Indonesia-Morocco Preferential Trade Agreement (PTA).
  • Total perdagangan Indonesia-Maroko pada 2025 mencapai 235 juta dolar Amerika Serikat, meningkat 33,04 persen dibandingkan 2024, dengan surplus perdagangan Indonesia sebesar 74,8 juta dolar AS.
  • Kedua negara merencanakan aktivasi kembali negosiasi perdagangan pada awal 2027, dan Indonesia mengundang pelaku usaha Maroko berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD Tangerang (14-18 Oktober).

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan Indonesia dan Maroko memiliki kekuatan ekonomi saling melengkapi di jalur perdagangan global. Menurutnya, Indonesia menyediakan akses ke pasar ASEAN, sedangkan Maroko menjadi pintu gerbang menuju Afrika, Eropa, dan kawasan Mediterania.

"Di dalam ASEAN, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ketiga Maroko. Mengingat ukuran ekonomi kedua negara dan pasar saling melengkapi, kami meyakini masih ada ruang memperluas perdagangan investasi bilateral," ujar Roro di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Roro menyambut baik penandatanganan Mutual Recognition Agreement Jaminan Produk Halal antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Indonesia dan Institut Marocain de Normalisation Maroko. Menurutnya, MRA tersebut menjadi tonggak penting untuk memajukan perundingan Indonesia-Morocco Preferential Trade Agreement (PTA).

"Indonesia berharap dapat segera mengaktifkan kembali negosiasi tersebut. PTA dan MRA Jaminan Produk Halal memperkuat kepercayaan, mempererat kerja sama pelaku usaha, serta mendorong perdagangan bilateral berkembang," kata Roro.

Wamendag mengundang pelaku usaha Maroko berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia 2026, 14–18 Oktober, di ICE BSD Tangerang. Pameran tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan ekspor Indonesia sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai simpul perdagangan global.

Wakil Perdagangan Luar Negeri Maroko Omar Hejira menyambut baik penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. Menurutnya, Maroko berharap perundingan perdagangan dimulai kembali awal 2027 serta mengundang pelaku usaha Indonesia menjajaki peluang bisnis.

"Kami mengharapkan perundingan perjanjian perdagangan dapat kembali dimulai awal tahun 2027. Kami mengundang Indonesia di Marrakesh, salah satu kota perdagangan besar, untuk melihat sendiri situasi Maroko sebagai gerbang ke Afrika," ujar Omar.

Perdagangan Indonesia dan Maroko terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 235 juta dolar Amerika Serikat meningkat 33,04 persen dibandingkan 2024 sebelumnya.

Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 74,8 juta dolar Amerika Serikat pada 2025. Investasi langsung Maroko di Indonesia meningkat dari 1,4 juta dolar Amerika Serikat pada 2024 menjadi 5,4 juta dolar AS pada 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....