Kadin Perkuat Diplomasi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
- 11 Jul 2026 02:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Airlangga Hartarto memperkuat diplomasi ekonomi melalui Monthly Economic Diplomatic Breakfast Kadin Indonesia yang dihadiri 67 negara dan 34 duta besar.
- Pemerintah menyiapkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dan mengembangkan ekosistem baterai untuk kendaraan listrik dan battery storage system.
- Indonesia berkomitmen mengembang infrastruktur AI dengan landing point fiber optik Batam-Singapura serta menggandeng Arm Ltd untuk melatih 15.000 teknisi semikonduktor.
- Pemerintah memperkuat fondasi ekonomi melalui penguatan supply chain, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi menghadapi ketidakpastian global.
- Indonesia terus mendorong aksesi CPTPP dan memperkuat kerja sama dengan OECD untuk penyelesaian ratifikasi yang strategis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan agenda Monthly Economic Diplomatic Breakfast digelar Kadin Indonesia memperkuat diplomasi ekonomi. Menurutnya, forum tersebut dihadiri perwakilan 67 negara sahabat dan 34 duta besar.
"Hari ini saya menghadiri Kadin Indonesia Monthly Diplomatic, sebanyak 67 negara dan 34 duta besar hadir. Di mana agenda ini juga memperkuat diplomasi ekonomi di tengah ketidakpastian global," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Airlangga mengatakan pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi dengan memperkuat rantai pasok, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi berbagai ketidakpastian global.
"Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi terutama terkait dengan supply chain. Dan arahan Pak Presiden kita perkuat dalam setiap ketidakpastian itu yang terkait dengan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi," kata Airlangga.
Airlangga mengatakan pemerintah juga menyiapkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Menurutnya, program tersebut mendukung hilirisasi ekosistem baterai untuk kendaraan listrik maupun battery storage system.
"Bapak Presiden mendorong dimulainya program 100 gigawatt berbasis solar. Untuk hilirisasi ekosistem baterai, baik untuk baterai kendaraan listrik maupun baterai storage system," ucap Airlangga.
Untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemerintah menyiapkan infrastruktur melalui pengembangan landing point fiber optik Batam-Singapura. Selain itu, Indonesia juga telah memiliki landing point di Bitung yang dinilai berpotensi mendukung pengembangan data center.
"Terkait AI, kami menyiapkan infrastrukturnya, kita punya fiber optik, nantinya kita bekerja sama agar kita punya landing point ke beberapa negara. Seperti dengan Singapura untuk pengembangan landing point di Batam-Singapura," ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan pemerintah juga menggandeng Arm Ltd untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor nasional. Menurutnya, kerja sama tersebut ditujukan untuk melatih sekitar 15.000 teknisi dan engineer dalam ekosistem Arm.
"Untuk pengembangan semikonduktor, kami mengajak mitra Arm Ltd, yang menguasai hampir lebih 90 persen daripada pengembangan chip design. Dan ini didorong untuk melakukan training 15.000 teknisi maupun engineer dalam Arm ekosistem," kata Airlangga.
Pemerintah memperkuat kerja sama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pemerintah terus mendorong proses aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
"Kemudian kerja sama dengan OECD, harapannya kita bisa mulai bahas penyelesaian ratifikasinya. Di mana saat ini untuk Eropa baru pertama kali diusulkan ratifikasi melalui versi bahasa Inggris saja," ucap Airlangga.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengatakan forum tersebut untuk menjelaskan fundamental ekonomi Indonesia. Penjelasan tersebut disampaikan kepada para duta besar dan perwakilan Kadin daerah.
"Saya mewakili Kadin Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menko untuk ambil inisiatif membuka kantor Menko untuk mengundang para dubes dan perwakilan Kadin daerah. Untuk bisa mendengar cerita mengenai Indonesia bahwa fundamentalnya itu adalah baik," ujar James.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....