Kemendag Ajak Pelaku Usaha Optimalkan Trade Expo Indonesia 2026

  • 01 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendag mengajak pelaku usaha mengoptimalkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 sebagai sarana promosi, membangun jejaring bisnis, dan meningkatkan transaksi ekspor.
  • TEI 2026 akan digelar 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD dengan target 1.500 peserta pameran, 8.000 buyer internasional, 30.000 pengunjung, dan nilai transaksi USD17,5 miliar.
  • Kemendag berharap semakin banyak pelaku usaha, khususnya dari Jawa Tengah, memanfaatkan TEI untuk memperluas pasar ekspor, seiring tren positif ekspor nonmigas Indonesia.

RRI.CO.ID, Semarang - Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mengatakan pelaku usaha perlu memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Menurutnya, TEI tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan nasional, tetapi juga sarana membangun jejaring bisnis dan menghasilkan transaksi dagang yang berkelanjutan.

Kemendag menggelar sosialisasi TEI ke-41 di Semarang, Jawa Tengah, untuk mengajak pelaku usaha memanfaatkan pameran tersebut sebagai ajang promosi dagang. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar ekspor bagi produk Indonesia.

"TEI tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan nasional. Tetapi juga sarana membangun jejaring bisnis dan menghasilkan transaksi dagang yang berkelanjutan," ujar Puntodewi dalam keterangan yang dikutip RRI, Rabu, 1 Juli 2026.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria mengatakan TEI 2026 menjadi wadah strategis mempertemukan eksportir dan calon eksportir dengan buyer berbagai negara. Peluang tersebut diharapkan menghasilkan kontak dagang, kontrak dagang, hingga realisasi ekspor.

"Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Jawa Tengah untuk memanfaatkan TEI ke-41 semaksimal mungkin. Mari kita tunjukkan, produk Indonesia bukan hanya sekadar ada, tetapi unggul dan dicari oleh pasar global," ujar Ari.

TEI ke-41 akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran akan menghadirkan lima zona produk, yaitu Food, Beverage and Agriculture Products, Manufactured Products, Industrial Estate, Fashion & Craft, serta Furniture & Home Decor.

Kemendag menargetkan TEI ke-41 diikuti lebih dari 1.500 peserta pameran, dikunjungi 8.000 pembeli dari berbagai negara, serta 30.000 pengunjung. Nilai transaksi juga ditargetkan mencapai 17,5 miliar dolar Amerika Serikat atau meningkat sekitar enam persen dibandingkan target penyelenggaraan sebelumnya.

Hingga akhir Juni 2026, sekitar 55 persen dari target peserta pameran telah mendaftarkan diri. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat pelaku usaha untuk memanfaatkan TEI sebagai platform strategis dalam memperluas pasar ekspor dan menjalin kemitraan bisnis internasional.

Kinerja ekspor nonmigas Indonesia juga terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, ekspor nonmigas mencapai 269,84 miliar dolar Amerika Serikat.

Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat ke-10 sebagai eksportir nonmigas terbesar di Indonesia dengan nilai ekspor mencapai 12,42 miliar dolar Amerika Serikat. Ari berharap semakin banyak pelaku usaha di Jawa Tengah memanfaatkan TEI sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar ekspor.

"Kemendag mendorong semakin banyak pelaku usaha Jawa Tengah memanfaatkan TEI sebagai pintu masuk memperluas pasar ekspor. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan komunitas bisnis, saya yakin produk-produk lokal kita akan semakin mendominasi panggung dunia," kata Ari.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Wiwid Wijayadi mengapresiasi penyelenggaraan TEI. Menurutnya, keikutsertaan UMKM Banyumas pada TEI tahun lalu meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha untuk mengikuti pameran internasional dan memperluas pasar ekspor.

"Pada TEI tahun lalu, Kabupaten Banyumas membawa beberapa UMKM untuk berpartisipasi. Pengalaman mengikuti pameran internasional tersebut membuat pelaku UMKM kami semakin percaya diri untuk mengikuti pameran-pameran internasional lainnya," ujar Wiwid.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....