Pelajaran dari Rempang, IAW: Investasi Perlu Ditopang Tata Kelola yang Kuat

  • 29 Jun 2026 00:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Persoalan investasi di Rempang-Galang dinilai menyisakan pelajaran penting mengenai perlunya penguatan tata kelola pemerintahan. Penguatan tata kelola dinilai menjadi kunci agar proyek strategis tidak memunculkan persoalan hukum dan sosial.

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch, Iskandar Sitorus menilai, Rempang tidak sekadar kisah masuknya investasi besar. Menurutnya, kawasan tersebut memperlihatkan tantangan menyeimbangkan percepatan investasi, kepastian hukum, dan perlindungan masyarakat.

"Rempang adalah cermin bagaimana negara membangun investasi ketika persoalan tanah dan legitimasi sosial belum selesai. Keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan besarnya komitmen modal maupun proyeksi pertumbuhan ekonomi," ujar Iskandar dalam keterangannya, Minggu, 28 Juni 2026.

Menurut Iskandar, investasi tidak boleh bergerak lebih cepat dibandingkan penyelesaian persoalan hukum dan agraria. "Ketika persoalan agraria belum selesai, negara justru mempercepat agenda investasi dan akar persoalan mulai terlihat," katanya.

Ia mengingatkan masyarakat di Rempang telah lama memperjuangkan kepastian hak atas tanah melalui jalur hukum. Karena itu, penyelesaian persoalan mendasar seharusnya menjadi pekerjaan pertama sebelum proyek strategis dijalankan pemerintah.

Iskandar juga menilai konflik sosial yang muncul menunjukkan perlunya perbaikan perencanaan, koordinasi, dan pengendalian kebijakan. Temuan maladministrasi oleh Ombudsman RI juga dinilai menjadi pengingat penting mengenai perlunya evaluasi tata kelola.

"Pengalaman Rempang perlu menjadi pembelajaran penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ke depan. Investasi yang kuat dibangun di atas kepastian hukum, keadilan sosial, dan kepercayaan publik," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....