Airlangga Kerahkan Tim "Debottlenecking", Kaji Penurunan Daya Saing Indonesia

  • 25 Jun 2026 11:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menyatakan masih akan meneliti lagi apa penyebab turunnya peringkat daya saing Indonesia.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tim debottlenecking yang akan mengkaji masala tersebut."

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartato, menyatakan pemerintah akan meneliti kembali penyebab turunnya peringkat daya saing Indonesia. Menurut dia, tim debottlenecking atau pengurai hambatan birokrasi yang akan mengkajinya.

“Nanti kami teliti lagi masalahnya di mana,” ujarnya di Jakarta, Kamis 25 Mei 2026. “Kami sudah ada persiapan dengan tim debottlenecking, jadi kita lihat saja dari sana.”

Menurut Airlangga, masalah daya saing menjadi concern para investor saat ini, terutama di sektor energi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian para investor adalah ketersediaan pasokan listrik.

"Pasokan listrik harus stabil, makanya ada level satu sampai empat," ucapnya. Airlangga menyatakan iklim investasi satu negara dianggap baik jika kebutuhan energi sebagai infrastruktur utama terpenuhi.

"Baik untuk manufaktur, transportasi, maupun jasa," ujarnya. Airlangga menambahkan isu daya saing juga menjadi keprihatinan OECD yang telah memberikan masukan pada Indonesia.

"Tahun ini dan sebelumnya Indonesia masuk dalam review sektoral OECD maupun dengan berbagai negara lain," ujarnya. "Yang muncul, isunya tidak terlalu beda." .

IMD World Competitiveness Ranking 2026 menurunkan ranking daya saing Indonesia, dari peringkat 40 ke 48 dari 70 negara. Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia yang berada di peringkat 15, dan Thailand di peringkat 26

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....