UPT Pelatihan Kementan Semarakkan Pameran PENAS XVII 2026

  • 22 Jun 2026 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat kualitas SDM sebagai penggerak pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

RRI.CO.ID, Binuang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mendukung pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan pengembangan hilirisasi pangan. Kegiatan nasional yang akan berlangsung pada 21–25 Juni 2026 ini menjadi ajang konsolidasi pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian, perikanan, serta kelautan dari seluruh Indonesia.

PENAS XVII 2026 mengusung tema “Hilirisasi Pertanian Mendukung Swasembada Pangan melalui SDM Pertanian Unggul”. Tema tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat kualitas SDM sebagai penggerak pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha agar mampu menciptakan nilai tambah dari setiap komoditas yang diusahakan. Hilirisasi pertanian menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), BBPP Binuang berperan mendukung penguatan kompetensi SDM pertanian melalui berbagai program pelatihan. Program tersebut meliputi pengolahan hasil pertanian, teknologi pascapanen, pengemasan produk, pemasaran, kewirausahaan pertanian, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan SDM yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, BPPSDMP terus memperkuat empat pilar pembangunan SDM pertanian, yakni penyuluhan, pelatihan, pendidikan vokasi, dan pengembangan kompetensi aparatur pertanian.

Keempat pilar tersebut ditampilkan dalam pameran BPPSDMP pada PENAS XVII 2026 sebagai satu kesatuan yang mendukung hilirisasi pangan. Prosesnya dimulai dari peningkatan produksi melalui petani dan Brigade Pangan, dilanjutkan pendampingan penyuluhan, peningkatan keterampilan melalui pelatihan, penguatan inovasi melalui pendidikan vokasi, hingga pengembangan kompetensi aparatur pertanian. Seluruh tahapan tersebut diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian bernilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, dan pemasaran yang lebih baik.

Menurut Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, pelatihan menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasi pertanian di tingkat lapangan.

“Hilirisasi tidak bisa berjalan tanpa SDM yang kompeten. Karena itu, melalui pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan, kami mendorong petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga mengolah, mengemas, dan memasarkan produknya sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.

Partisipasi BBPP Binuang dalam mendukung PENAS XVII 2026 merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian untuk memperkuat kualitas SDM pertanian nasional. Melalui sinergi antara petani, penyuluh, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah, hilirisasi pangan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

PENAS XVII 2026 juga menjadi sarana berbagi pengetahuan, teknologi, inovasi, serta praktik baik pembangunan pertanian dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir lebih banyak SDM pertanian unggul yang mampu mengakselerasi transformasi sektor pertanian menuju pertanian modern dan berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....