IHSG dan Rupiah Menguat, Adidaya Nilai Cermin Perbaikan Ekonomi
- 15 Jun 2026 12:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Momentum positif tersebut perlu dijaga melalui kerja keras, inovasi, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa
- Perkembangan tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia mulai mengalami pemulihan bertahap
- Indonesia memiliki pasar domestik yang besar serta bonus demografi yang menjadi keunggulan
RRI.CO.ID, Jakarta - Co-Founder Adidaya Foundation, Ilham Nurhidayatuloh menilai, sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah mencerminkan perbaikan kepercayaan pasar.
Di tengah tantangan global yang masih dipengaruhi berbagai ketidakpastian, Indonesia mulai menunjukkan ketahanan ekonomi yang baik. Karena itu, optimisme nasional perlu dibangun berdasarkan data dan capaian yang dapat dirasakan masyarakat.
"Bangsa ini perlu melihat perkembangan ekonomi secara utuh dan objektif. Ketika berbagai indikator mulai menunjukkan arah yang lebih baik, maka optimisme harus dibangun," ujar Ilham, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan salah satu indikator yang paling terlihat adalah penguatan pasar modal nasional dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, pergerakan IHSG menunjukkan meningkatnya keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Setelah ditutup pada level 6.007,656 pada akhir pekan lalu, IHSG kembali melanjutkan penguatannya pada Senin. Pada awal perdagangan 15 Juni 2026, IHSG dibuka pada level 6.118 dan sempat menyentuh 6.216.
Ilham menilai tren tersebut menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kondisi itu juga menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor dalam mengambil keputusan.
Selain pasar saham, nilai tukar rupiah juga menunjukkan perkembangan yang dinilai cukup menggembirakan belakangan ini. Pada perdagangan 15 Juni 2026, rupiah menguat ke kisaran Rp17.735 per dolar Amerika Serikat.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat berada di atas level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Penguatan tersebut dinilai mencerminkan respons positif pasar terhadap berbagai langkah stabilisasi ekonomi.
"Hari ini kita melihat sinyal yang semakin jelas. IHSG sudah kembali bergerak di atas level 6.100 dan rupiah menguat ke kisaran Rp17.700-an," kata Ilham.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia mulai mengalami pemulihan bertahap. Meski demikian, ia menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus terus diselesaikan bersama.
Ilham mengatakan sentimen positif juga terlihat dari meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional. Selain itu, mulai masuknya kembali modal ke instrumen keuangan domestik turut memperkuat optimisme.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Dampaknya juga dapat mendukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing Indonesia.
Lebih jauh, Ilham menilai perbaikan ekonomi tidak hanya terlihat dari indikator pasar keuangan semata. Menurutnya, sejumlah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Program tersebut difokuskan pada sektor kesehatan, pendidikan, pemenuhan gizi, serta pembangunan sumber daya manusia. Ilham menilai langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.
"Program-program prioritas pemerintah menunjukkan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Namun juga pada peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menjelaskan pemerintah terus mempercepat revitalisasi sekolah dan peningkatan layanan kesehatan di berbagai daerah. Program tersebut juga dinilai memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Menurut Ilham, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar serta bonus demografi yang menjadi keunggulan. Selain itu, sumber daya alam yang melimpah menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, ia menilai penguatan IHSG, stabilitas rupiah, serta berjalannya program prioritas pemerintah memberikan alasan optimistis. Namun, momentum positif tersebut perlu dijaga melalui kerja keras, inovasi, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
"Dengan semangat gotong royong antara negara dan rakyat, Indonesia akan mampu mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045. Saya meyakini cita-cita besar Indonesia Adidaya dapat diwujudkan bersama," ucap Ilham.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....