Menteri Investasi Sebut Singapura Masih Jadi Sumber PMA Terbesar di Indonesia
- 15 Jun 2026 17:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Investasi Rosan Roeslani menyebut Singapura masih menjadi sumber Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia pada triwulan I 2026, diikuti Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
- Realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau 24,4 persen dari target tahunan, dengan pertumbuhan sekitar 7,2 persen.
- Investasi tersebut menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung, dengan kontribusi PMDN Rp248,8 triliun dan PMA Rp250 triliun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Singapura masih menjadi negara asal Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia. Posisi tersebut disampaikan dalam paparan realisasi investasi triwulan pertama 2026.
Rosan menyebut Hong Kong berada di posisi berikutnya sebagai sumber investasi ke Indonesia. Setelah itu terdapat Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
“Dari asal negara masih dipimpin Singapura di tempat pertama. Hong Kong sebagai hub bisnis global, diikuti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang,” ujar Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Selain negara-negara tersebut, investasi juga berasal dari kawasan Eropa. Inggris dan Belanda masuk dalam daftar negara asal investasi ke Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Rosan melaporkan realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Capaian tersebut diraih di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global.
Menurutnya, angka tersebut tumbuh sekitar 7,2 persen. Realisasi investasi itu juga telah mencapai 24,4 persen dari target investasi tahun 2026.
Rosan mengatakan investasi tersebut menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi yang hampir seimbang.
PMDN berkontribusi sebesar Rp248,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi. Sementara PMA menyumbang Rp250 triliun atau 50,1 persen.
“PMDN menyumbang 49,9 persen atau Rp248,8 triliun (tumbuh 6 persen). PMA berkontribusi 50,1 persen atau sebesar Rp250 triliun,” kata Rosan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....