Hilirisasi Sumbang 30 Persen Realisasi Investasi Triwulan I 2026

  • 15 Jun 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah terus mendorong hilirisasi sektor strategis lain seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.
  • Sektor hilirisasi sumber daya alam menyumbang 30 persen dari total realisasi investasi triwulan I 2026 dengan nilai mencapai Rp147,5 triliun.
  • Hilirisasi sektor mineral mendominasi kontribusi sebesar Rp98,3 triliun atau sekitar 67 persen dari total investasi hilirisasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, sektor hilirisasi sumber daya alam berkontribusi 30 persen terhadap total realisasi investasi pada triwulan pertama 2026. Nilai hilirisasi sektor tersebut mencapai Rp147,5 triliun.

"Sektor hilirisasi sumber daya alam berkontribusi meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi. Jumlah tersebut diperkirakan sebesar Rp147,5 triliun di triwulan pertama 2026," kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Menurutnya, pengolahan sektor mineral masih mendominasi hilirisasi. Nilainya mencapai sekitar Rp98,3 triliun atau setara 67 persen dari total hilirisasi.

Selain sektor mineral, hilirisasi juga berasal dari sektor perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi, serta perikanan dan kelautan. Sektor-sektor tersebut turut memberikan kontribusi terhadap capaian hilirisasi nasional.

"Pengolahan sektor mineral masih mendominasi sekitar 67 persen (Rp98,3 triliun). Diikuti perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi, serta perikanan dan kelautan," ujarnya.

Pemerintah, lanjut dia, terus mendorong hilirisasi pada sektor strategis lainnya. Beberapa sektor yang menjadi fokus antara lain semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.

"Kami terus mendorong hilirisasi strategis lainnya. Seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut," ucapnya.

Dalam rapat tersebut, Rosan juga melaporkan realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Capaian tersebut diraih di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global.

Menurutnya, realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 tumbuh sekitar 7,2 persen. Angka tersebut juga mencapai 24,4 persen dari target investasi tahun 2026.

Rosan menyebut realisasi investasi tersebut menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi Rp248,8 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp250 triliun.

"PMDN menyumbang 49,9 persen atau Rp248,8 triliun (tumbuh 6 persen). PMA berkontribusi 50,1 persen atau sebesar Rp250 triliun," ujar Rosan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....