Forum BRICS 2026, Indonesia Suarakan Sinergi Industri Masa Depan

  • 09 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perindustrian memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global melalui BRICS PartNIR 2026 di Xiamen, Tiongkok.
  • Forum tersebut berfokus pada pembangunan ekosistem manufaktur cerdas untuk mempercepat transformasi industri.
  • Partisipasi Indonesia menjadi langkah strategis memperluas kerja sama industri, teknologi, dan investasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global melalui partisipasi pada BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026. Forum tersebut menitikberatkan pada pembangunan ekosistem manufaktur cerdas untuk mempercepat transformasi industri.

Keterlibatan Indonesia dalam forum BRICS menjadi langkah strategis untuk memperluas kerja sama di bidang industri, teknologi, dan investasi. Upaya tersebut juga dilakukan untuk memperkuat kolaborasi internasional di tengah transformasi industri global.

“Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dalam menghadapi transformasi industri global. Melalui pengembangan teknologi cerdas, standar industri masa depan, serta penguatan sumber daya manusia industri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Tema yang diangkat dalam BRICS PartNIR 2026 dinilai sejalan dengan arah transformasi industri global yang tengah berlangsung. Perkembangan kecerdasan artifisial, robotika, industrial internet, dan sistem digital berbasis big data telah mengubah sistem manufaktur dunia.

Bagi Indonesia, penguatan ekosistem manufaktur cerdas menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan industri nasional. Langkah tersebut juga sejalan dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 yang mendorong digitalisasi dan penerapan teknologi modern.

“Indonesia memandang BRICS PartNIR sebagai platform penting untuk memperkuat dialog kebijakan, kerja sama teknologi. Kemitraan industri, dan pengembangan kapasitas antarnegara berkembang,” ujar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy.

Tri mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan industri dan memperluas kolaborasi teknologi. Selain itu, forum ini juga mendukung pengembangan kapasitas industri nasional di tengah percepatan revolusi industri baru.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyoroti tiga fokus pengembangan industri masa depan. Fokus tersebut meliputi digitalisasi dan pengembangan smart factory, transformasi industri hijau berbasis energi bersih, serta penguatan inovasi dan kompetensi sumber daya manusia industri.

Partisipasi Indonesia dalam BRICS PartNIR Forum 2026 juga diperkuat dengan keberhasilan delapan tim nasional melaju ke BRICS Industrial Innovation Contest Global Final 2026. Para finalis berasal dari kategori Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics.

Kemenperin menilai kolaborasi antarnegara berkembang memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan industri yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui forum tersebut, negara anggota dan mitra BRICS dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan teknologi, inovasi industri, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui BRICS PartNIR Forum 2026, Kemenperin terus mendorong penguatan kolaborasi global untuk menciptakan transformasi industri yang tangguh dan berkelanjutan. Sinergi pengembangan teknologi industri diyakini dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri nasional dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....