Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Koordinasi Fiskal dan Moneter Dinilai Semakin Penting
- 05 Jun 2026 10:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendorong KSSK memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas rupiah
- Rupiah telah menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan diikuti koreksi IHSG sekitar 3,04 persen
- Said menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor fundamental ekonomi, tetapi juga persepsi pasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas rupiah yang tengah mengalami tekanan.
Said mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah telah menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut juga diikuti pelemahan pasar keuangan, termasuk koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Pelemahan rupiah hari ini menyentuh batas level psikologi dan kemudian pasar keuangan kita. Khususnya di bursa, sekarang indeks harga saham gabungan minus sekitar 3,04 persen,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah tidak semata-mata dipengaruhi faktor fundamental ekonomi nasional. Said menilai persepsi pasar juga menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Persoalannya ini bukan sekedar fundamental ekonomi saja, karena dari sisi nilai rupiah sudah under value. Maka saya sungguh berharap sejak awal ada sinergi bauran fiskal dan moneter dalam forum KSSK,” ujar politisi dari fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Said juga meminta pemerintah membangun optimisme di kalangan pelaku usaha dan investor. Upaya tersebut perlu dilakukan melalui langkah mitigasi terhadap pelemahan rupiah yang berlangsung berkelanjutan.
Menurutnya, kepastian hukum dan tata kelola kebijakan menjadi perhatian utama investor. Selain itu, pemerintah diminta menjaga transparansi dan akuntabilitas kebijakan serta tetap berfokus pada program prioritas Presiden.
“Kalau tidak segera KSSK melakukan pembenahan dan penguatan terhadap berdarahnya pelemahan rupiah yang terus-menerus, maka persepsi pasar akan terus berkembang. Ini yang harus kita jaga bersama,” ucap Said.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....