Indonesia Perkuat Hubungan Perdagangan Dengan Cili lewat Forum Bisnis
- 03 Jun 2026 16:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia memperkuat hubungan perdagangan dengan Cili melalui forum bisnis di Santiago.
- Kegiatan tersebut diselenggarakan KBRI Santiago dan ITPC Santiago bersama komunitas pelaku usaha PROhumana.
- Cili dinilai sebagai salah satu mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin.
RRI.CO.ID, Santiago - Pemerintah Indonesia melalui KBRI Santiago dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago terus memperkuat hubungan perdagangan dengan Cili. Upaya tersebut dilakukan melalui Breakfast Meeting bersama komunitas pelaku usaha anggota PROhumana di Santiago.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan Cili merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin. Menurutnya, tren pasar global yang mengedepankan keberlanjutan menjadi peluang bagi produk unggulan Indonesia.
"Tren pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor produk unggulan. Indonesia pun mempromosikan berbagai produk potensial yang sesuai dengan tren pasar Cili," ujar Puntodewi di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Puntodewi juga menyoroti implementasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Ia berharap perluasan kerja sama pada sektor jasa dan investasi dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
"Melalui implementasi Indonesia-Chile CEPA dan penguatan promosi perdagangan, Indonesia terus mendorong perluasan akses pasar. Akses pasar tersebut bagi produk-produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar Cili," kata Puntodewi.
Hubungan perdagangan Indonesia dan Cili menunjukkan tren positif pascaimplementasi Indonesia-Chile CEPA. Pada 2025, total perdagangan bilateral mencapai 535,51 juta dolar AS.
Nilai tersebut meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia juga semakin kompetitif di pasar Cili untuk produk otomotif, pupuk, dan alas kaki.
Dalam pertemuan itu, Indonesia mengajak pelaku usaha Cili memanfaatkan Trade Expo Indonesia 2026. Forum tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kemitraan jangka panjang.
Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Cili, Vedi Kurnia Buana, mengatakan ketahanan pangan menjadi isu global yang memerlukan kerja sama internasional. Menurutnya, tantangan tersebut berkaitan dengan akses pangan, logistik, teknologi, dan stabilitas ekonomi.
"Indonesia dan Cili memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi pangan, dan inovasi menjadi sangat penting," ujar Vedi.
Vedi mengatakan Indonesia dan Cili memiliki kepentingan yang sama dalam membangun sistem pangan yang tangguh. Karena itu, kerja sama perdagangan dan investasi perlu terus diperkuat.
Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai agenda perdagangan Indonesia pada 2026. Di antaranya Trade Expo Indonesia, Espacio Food & Service 2026, dan Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Forum (INALAC) 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....