Wamendag Pacu Ekspor Produk Mamin Indonesia Melalui SIAL Shanghai 2026
- 19 Mei 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamendag Dyah Roro Esti mendorong peningkatan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia melalui SIAL Shanghai 2026.
- Pemerintah menekankan pentingnya pemenuhan standar keamanan pangan untuk memasuki pasar Tiongkok.
- Paviliun Indonesia mencatat transaksi perdagangan senilai USD 3,55 juta dalam ajang SIAL Shanghai 2026.
RRI.CO.ID, Shanghai - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong peningkatan ekspor produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Salon International de l'Alimentation (SIAL) Shanghai 2026 di Shanghai, Tiongkok.
Wamendag mengatakan, SIAL Shanghai 2026 menjadi wadah promosi produk makanan dan minuman Indonesia. Menurutnya, pameran tersebut membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas.
“SIAL Shanghai bukan sekadar pameran. Tetapi juga jembatan inovasi dan platform kolaborasi bagi industri mamin dunia,” ujar Roro di Shanghai, Senin, 18 Mei 2026.
Roro mengatakan, industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor manufaktur terbesar di Indonesia. Nilai ekspor makanan olahan Indonesia tercatat mencapai USD6,25 miliar pada 2025.
Roro menekankan, pentingnya pemenuhan standar keamanan pangan untuk memasuki pasar Tiongkok. Menurutnya, pemerintah Tiongkok menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang komprehensif melalui General Administration of Customs of China (GACC).
GACC mengatur berbagai aspek mulai dari registrasi produsen, sertifikasi keamanan produk, hingga pelabelan dan sistem ketertelusuran produk. Wamendag Roro mengatakan kepatuhan terhadap standar internasional menjadi faktor penting dalam perdagangan global.
“Tiongkok menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang sangat komprehensif melalui General Administration of Customs of China (GACC). GACC mengatur berbagai aspek, mulai dari registrasi produsen, sertifikasi keamanan produk, hingga pelabelan dan sistem ketertelusuran produk,” kata Roro.
Sebanyak 2.840 entitas usaha Indonesia tercatat telah terdaftar pada sistem General Administration of Customs of China (GACC). Roro mengatakan hal tersebut menunjukkan produk Indonesia semakin memenuhi standar pasar internasional.
Paviliun Indonesia di SIAL Shanghai 2026 menghadirkan 17 perusahaan nasional dengan berbagai produk makanan dan minuman. Produk yang dipamerkan antara lain kopi, rempah-rempah, gula aren, kakao olahan, dan produk turunan kelapa.
Wamendag Roro juga mengajak delegasi internasional menjalin kemitraan bisnis dengan pelaku usaha Indonesia. Menurutnya, pameran tersebut dapat memperkuat kerja sama perdagangan sektor makanan dan minuman.
Dalam ajang tersebut, tercatat lima kesepakatan kerja sama dengan nilai transaksi mencapai USD 3,55 juta. Produk yang diperdagangkan meliputi keripik pisang, abon ikan, sambal ikan, gula aren, dan kopi.
Sejumlah pelaku usaha mengaku memperoleh manfaat dari keikutsertaan dalam pameran tersebut. Pelaku usaha menyebut SIAL Shanghai membuka peluang pasar ekspor dan memperluas jejaring bisnis internasional.
Marketing ekspor CV Cahaya Kencana, Dian Ika, mengatakan pengunjung asal Tiongkok menunjukkan antusiasme terhadap produk Indonesia, termasuk kerupuk. Ia menilai produk tersebut sesuai dengan pasar Tiongkok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....