Apa Itu Diversifikasi Energi? Langkah Antisipasi Krisis Pasokan Dunia

  • 09 Mei 2026 17:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Diversifikasi energi merupakan upaya memanfaatkan berbagai jenis sumber energi secara bersamaan
  • Beberapa langkah dilakukan melalui pengembangan tenaga surya, biodiesel, panas bumi, serta percepatan penggunaan kendaraan listrik nasional.
  • Selain menjaga pasokan energi nasional, diversifikasi energi juga berkaitan dengan upaya mengurangi emisi karbon dunia

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketahanan energi kembali menjadi perhatian dunia di tengah kondisi geopolitik global yang masih bergejolak hingga saat ini. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN,l ke-48 di Cebu, Filipina, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyoroti pentingnya diversifikasi energi.

Menurut Bahlil, diversifikasi energi diperlukan agar suatu negara tidak bergantung hanya pada satu sumber energi utama saja. Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi ketika terjadi gangguan distribusi maupun lonjakan harga global.

Dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu 9 Mei 2026, secara sederhana, diversifikasi energi merupakan upaya memanfaatkan berbagai jenis sumber energi secara bersamaan untuk kebutuhan nasional. Sumber energi tersebut dapat berasal dari minyak bumi, gas alam, batu bara, hingga energi baru terbarukan ramah lingkungan.

Selama ini, banyak negara masih bergantung terhadap energi fosil sebagai sumber utama penggerak industri dan transportasi nasional. Ketika pasokan global terganggu, dampaknya dapat memicu kenaikan harga energi serta memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat luas.

Karena itu, Pemerintah Indonesia mulai memperluas penggunaan energi alternatif guna memperkuat ketahanan serta kemandirian energi nasional Indonesia. Beberapa langkah dilakukan melalui pengembangan tenaga surya, biodiesel, panas bumi, serta percepatan penggunaan kendaraan listrik nasional.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan karena sumber daya alamnya cukup melimpah dan beragam. Potensi tersebut menjadi modal strategis bagi Indonesia menghadapi tantangan krisis energi global yang semakin tidak menentu belakangan.

Dalam forum ASEAN, Bahlil menegaskan diversifikasi energi harus menjadi langkah bersama negara-negara Asia Tenggara menghadapi krisis global. Menurutnya, ketahanan energi kawasan perlu dibangun melalui kerja sama kuat serta pemanfaatan energi alternatif secara berkelanjutan bersama.

Selain menjaga pasokan energi nasional, diversifikasi energi juga berkaitan dengan upaya mengurangi emisi karbon dunia secara bertahap. Karena itu, pengembangan energi bersih kini menjadi perhatian penting banyak negara, termasuk anggota ASEAN di kawasan regional.

Melalui diversifikasi energi, Indonesia diharapkan mampu menghadapi gejolak global sekaligus memperkuat sistem energi nasional jangka panjang mendatang. Langkah tersebut juga dinilai penting untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....