Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Suap, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

  • 07 Mei 2026 14:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan belum akan mengambil tindakan terhadap Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama
  • Nama Djaka disebut-sebut dalam kasus dugaan suap Blueray Cargo terkait pengurusan impor di Direktorat Jenderal Bea Cukai
  • Menkeu Purbaya juga menegaskan, Kemenkeu akan memberikan pendampingan hukum jika diperlukan. Seperti pegawai Kemenkeu lainnya jika tersangkut masalah hukum

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan belum akan mengambil tindakan terhadap Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama. Setelah nama Djaka disebut-sebut dalam kasus dugaan suap Blueray Cargo terkait pengurusan impor di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

"Ya kita lihat saja nanti. Nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa," kata Menkeu Purbaya usai memimpin sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, belum ada rencana untuk menonaktifkan dirjen bea cukai, sampai dugaan keterlibatannya benar-benar jelas. "Prosesnya kan baru mulai, namanya baru muncul. Kita lihat dulu sampai clear seperti apa kasus itu, baru kita akan ambil tindakan," ucapnya.

Menkeu Purbaya juga menegaskan, Kemenkeu akan memberikan pendampingan hukum jika diperlukan. Seperti pegawai Kemenkeu lainnya jika tersangkut masalah hukum.

"Kalau Pak Djaka misalnya dipanggil segala macam. Ini bukan intervensi ya, seperti yang lain ada pendampingan juga kan," ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu Purbaya menyatakan sudah menghubungi dirjen bea cukai secara langsung. "Dia (Djaka) bilang akan mengikuti proses hukum yang berlaku," kata Menkeu.

Kasus dugaan suap yang melibatkan perusahaan Blueray Cargo sedangkan dalam proses Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sidangnya berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam surat dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum KPK, Djaka disebut hadir dalam pertemuan antara pejabat DJBC dengan para pengusaha kargo. Pertemuan tersebut diduga menjadi awal praktik pengondisian jalur impor dengan unsur suap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....