Perkuat Ekosistem, Kemenperin Dorong Sertifikasi Global IKM Drone

  • 07 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenperin fasilitasi sertifikasi global bagi IKM drone untuk tingkatkan daya saing industri nasional.
  • Penguatan ekosistem drone dilakukan melalui akses pasar, teknologi, dan fasilitas afirmatif.
  • Sertifikasi internasional dan TKDN diprioritaskan guna memperluas peluang ekspor produk drone Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) drone nasional guna meraih sertifikasi standar internasional. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing pada pasar domestik maupun global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa penguatan ekosistem dilakukan melalui pendekatan holistik. Agus menegaskan Kemenperin akan memberikan perlindungan serta fasilitas afirmatif guna mendukung pertumbuhan industri dirgantara tersebut.

Agus memaparkan rencana penguatan pembinaan ekosistem industri pesawat nirawak. Upaya tersebut mencakup perluasan akses pasar hingga penguatan kapasitas teknologi bagi para pelaku usaha nasional.

“Ke depan, Kemenperin akan terus memperkuat ekosistem pembinaan IKM drone melalui pendekatan yang holistik. Mulai dari perluasan akses pasar, penguatan kapasitas teknologi, hingga pemberian perlindungan dan fasilitas afirmatif bagi pelaku usaha,” kata Agus di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) mencatat terdapat 15 unit usaha drone pada skala kecil. Sektor pesawat tanpa awak ini sanggup menyerap 218 tenaga kerja di seluruh wilayah Indonesia.

Investasi pada ekosistem industri drone nasional saat ini telah mencapai angka sebesar Rp7,17 miliar. Agus menilai peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) berfungsi sebagai inkubator inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Reni Yanita memaparkan proses seleksi bagi peserta program. Reni menyebut pendampingan audit eksternal dilakukan agar pelaku usaha memperoleh sertifikat internasional yang diakui dunia.

“Kami telah melakukan seleksi terhadap IKM drone yang akan difasilitasi, mulai dari pembekalan materi, pendampingan penyusunan dokumen. Kemudian, audit internal, hingga pendampingan audit eksternal sampai memperoleh sertifikat ISO,” kata Reni.

Sertifikasi tersebut sangat penting untuk menjamin standar kualitas produksi sesuai dengan permintaan pasar dunia. Kepercayaan diri para pelaku usaha dipastikan meningkat ketika mulai melakukan penetrasi ke pasar ekspor global.

Kementerian Perindustrian juga aktif membuka peluang kerja sama dengan negara anggota organisasi ekonomi dunia tersebut. Partisipasi dalam ajang internasional di Tiongkok membuka jalur ekspor baru menuju wilayah Afrika Selatan.

Reni menjelaskan upaya pemetaan koridor perdagangan luar negeri. “Melalui forum tersebut, kami mulai memetakan koridor ekspor baru yang potensial bagi produk drone nasional,” ujar Reni.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Dini Hanggandari memaparkan program penguatan posisi industri teknologi. Dini menyebut fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi bagian dari agenda prioritas nasional.

Dini menegaskan pentingnya akurasi kebijakan pemerintah. “Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan industri di lapangan,” ucap Dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....