Perkuat Dirgantara Nasional, Kemenperin Dukung Kolaborasi Bappenas-Airbus
- 07 Mei 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin mendukung kolaborasi Bappenas dan Airbus untuk memperkuat industri dirgantara nasional.
- Industri pengolahan tumbuh 5,04 persen pada triwulan I 2026 dan menopang transformasi ekonomi teknologi tinggi.
- Pemerintah siapkan insentif dan relaksasi bea masuk guna mendorong investasi sektor kedirgantaraan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penandatanganan kerja sama strategis antara Bappenas dan Airbus SAS mendapat dukungan penuh dari pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Langkah konkret tersebut dinilai menjadi tonggak utama dalam memperkuat ekosistem industri dirgantara nasional sekaligus mempercepat transformasi ekonomi.
Sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor paling dominan dalam struktur perekonomian Indonesia pada awal tahun. Kinerja manufaktur nasional menunjukkan resiliensi yang sangat positif di tengah upaya transformasi ekonomi berbasis teknologi tinggi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pertumbuhan manufaktur nasional melampaui capaian tahun lalu. Agus memaparkan, angka pertumbuhan industri pengolahan pada awal tahun ini mengalami kenaikan.
"Industri Pengolahan pada Triwulan – I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,04 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,55 persen," ucap Agus di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Indonesia diproyeksikan akan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di tingkat dunia pada tahun 2030 mendatang. Lembaga International Air Transport Association (IATA) melihat peluang besar tersebut seiring peningkatan mobilitas udara masyarakat.
Kapabilitas manufaktur pesawat nasional kini terus diperkuat oleh perusahaan milik negara yaitu PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Perseroan telah berhasil memproduksi berbagai jenis pesawat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kompetitif.
Terdapat 12 perusahaan komponen pesawat di bawah Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM) yang beroperasi. Sebanyak tujuh perusahaan di antaranya bahkan telah memiliki sertifikasi standar kedirgantaraan internasional yang sangat bergengsi.
Sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) nasional sedang menghadapi tantangan penurunan jumlah pesawat yang beroperasi aktif. Gangguan rantai pasok global serta tingginya tekanan biaya operasional menjadi hambatan serius bagi pelaku usaha.
Menperin mengatakan bahwa pemerintah memberikan relaksasi bea masuk nol persen. "Kebijakan ini mencakup 148 pos tarif dan 448 jenis barang serta bahan," ujar Agus.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) menetapkan sektor kedirgantaraan sebagai prioritas dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Berbagai insentif fiskal dan nonfiskal terus dipersiapkan untuk menarik minat para investor global di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....