Presiden Prabowo Ingin Program Hilirasasi diperluas
- 24 Apr 2026 18:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Program hilirasisasi akan menjangkau 13 lokasi di seluruh Indonesia
- 2. Presiden Prabowo Subianto ingin program hilirasasi diperluas jangkauanna kepada sektor pertanian dan perkebunan
- 3. Arah besar kebijakan Pemerintah Indonesia yakni membangun ekonomi berbasis nilai tambah, dan memperluas lapangan kerja
- 4. Arah kebijakan untuk memperkuat daya saing nasional dari hulu hingga hilir.
RRI.CO.ID, Bogor- Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani, Jumat, 24 April 2026. Rosan yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) diterima Kepala Negara di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Momen pertemuan keduanya diunggah di media sosial Instagram Sekretariat Kabinet. Presiden Prabowo mengenakan kemeja safari berwarna krem membaca dengan seksama data yang disodorkan Rosan.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo atas arahan terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara. Investasi di Indonesia insyaallah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja dan menggerakan industri nasional agar semakin kompetitif,” kata Menteri Rosan dalam akun pribadinya, Jumat 24 April 2026.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo menerima laporan perkembangan pembangunan program hilirisasi. Program hilirasasi tersebar di 13 lokasi di berbagai wilayah di Tanah Air.
“Pertemuan di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Pertemuan mebahas terkait kembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera pada 13 lokasi di Indonesia,” ujar Seskab Teddy.
Seskab Teddy mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar hilirisasi diperluas tidak hanya disektor energi. Presiden Prabowo ingin hilirisasi diperluas disektor lain seperti pertanian dan perikanan.
“Presiden Prabowo menginginkan bahwa hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral. Presiden Prabowo juga ingin hilirasasi harus diperluas di bidang pertanian dan perikanan,” ujar Seskab Teddy.
Presiden Prabowo juga meminta perkembangan investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. Terutama untuk pengolahan sampah menjadi energi.
“Beberapa investor yang akan berinvestasi di Indonesia terutama dalam bidang Waste to Energi. Selanjutnya sumber daya mineral serta industri agricultural, padat karya dan garmen,” katanya.
Teddy mengaskan arah besar kebijakan Pemerintah Indonesia yakni membangun ekonomi berbasis nilai tambah, dan memperluas lapangan kerja. Arah kebijakan untuk memperkuat daya saing nasional dari hulu hingga hilir.
Nantinya sektor hilirisasi menjadi motor utama menuju Indonesia maju dan berdaulat secara ekonomi serta tangguh di panggung global. Tentunya dengan dukungan kuat dari pemerintah dan investor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....