Pemerintah Siapkan 'Pengungkit' Pertumbuhan Ekonomi Q2

  • 23 Apr 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pertumbuan ekonomi kurtal I 2026, diperkirakan 5,5 persen
  • 2. Pemerintah siapkan pendongkrak pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II tahun 2026
  • 3. Pembayaran gaji ke-13 untuk ASN, disebut menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi
  • 4. Target investasi 2026, Rp2.041,3 triliun

RRI.CO.ID- Jakarta- Pemerintah menyiapkan sejumlah faktor pendorong pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II (Q2) tahun 2026. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,5 persen pada kuartal I tahun 2026.

"Kita perlu menyampaikan hasil positif (kuartal I) karena kita masuk kuartal II. Kita mencari penompang pertumbuhan ekonomi," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kamis, 23 April 2026.

Adapun penompang pertumbuhan ekonomi yang disiapkan pemerintah seperti pembayaran gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Juni. Selanjutnya, pemerintah melanjutkan program perlindungan sosial (social safety net) sehingga daya beli masyarakat terjaga.

"Kita juga melihat salah satu yang utama yang bisa mendongkrak adalah sektornya Menteri Investasi dan BKPM atau investasi, Pak Rosan. Ini yang perlu dijaga," ujarnya.

Menteri Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan investasi Rp 2.041,3 triliun untuk tahun 2026. Menurutnya, investasi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Tahun ini menargetkan pertumbuhan investasi Rp2.041,3 triliun, ini angka tidak kecil dan perlu kita jaga bersama, ini juga pengungkit perekonomian. Kita ingin mencapai target minimal 5,4 persen ditengah ketidakpastian global," ujarnya.

Menteri Airlangga mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih bagus dan solid. Ia memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5% pada kuartal I-2026.

"Kami memprediksi pertumbuhan di kuartal 1-2026, secara fundamental relatif baik. Angkanya kalau tidak ada protes, lebih besar 5,5 persen," kata Menteri Airlangga.

Menteri Airlangga menjelaskan beberapa faktor penompang pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2026, yakni konsumsi rumah tangga. Selanjutnya penyaluran tunjangan hari raya (THR), akselerasi belanja, dan stimulus pemerintah Rp 809 triliun.

"Di Indonesia sendiri pertumbuhan di triwulan I cukup baik. Fundamental ekonomi terjaga dengan baik," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....