Mendag Jamin Impor Bawang Putih Tiongkok Tetap Aman di tengah Konflik Timteng
- 29 Mar 2026 09:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan impor bawang putih dari Tiongkok tetap aman meski terjadi konflik di Timur Tengah.
- Pemerintah mengatur impor secara bertahap untuk menjaga stabilitas harga.
- Selain bawang putih, harga kedelai juga dipastikan masih stabil tanpa adanya kenaikan di pasar.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, memastikan impor bawang putih dari Tiongkok tidak terganggu kenaikan biaya logistik. Menurut dia, pemerintah memantau ketat jalur distribusi komoditas tersebut di tengah ketegangan perang di Timur Tengah (Timteng).
Budi mengungkapkan jalur logistik komoditas impor asal Negeri Tirai Bambu masih dalam kondisi normal. Karena itu, aktivitas perdagangan tetap berjalan lancar tanpa menemui kendala berarti bagi kebutuhan stok pangan nasional.
"Kalau bawang putih kebanyakan diimpor dari Tiongkok,” ujarnya usai meninjau Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Maret 2026. Sehingga, tidak ada kendala logistik untuk impor komoditas tersebut.
Budi mengungkapkan pelaksanaan impor bawang putih dari Tiongkok saat ini belum mencapai angka 100 persen. Menurut dia, proses pengadaan komoditas tersebut masih berlangsung sesuai rencana kerja pemerintah.
Budi menambahkan ketergantungan pada satu negara pemasok membuat pemerintah bersikap sangat hati-hati. Ia menilai lonjakan permintaan secara tiba-tiba dapat memicu kenaikan harga jual dari pihak penyuplai luar negeri.
"Impor bawang putih hanya berasal dari satu pemasok yaitu Tiongkok," ucapnya. Menurut Mendag, pemerintah berupaya mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali akibat permintaan pasar yang melonjak drastis.
Ini karena pihak eksportir Tiongkok berpotensi menaikkan nilai jual produk jika volume pesanan meningkat terlalu cepat. "Kalau kita tiba-tiba ambil banyak, supplier Tiongkok juga pasti akan menaikkan harga," ujarnya.
Mendag mengatakan pengaturan volume impor secara bertahap merupakan solusi terbaik untuk menjaga stabilitas domestik. Menurut dia, kebutuhan dalam negeri akan terpenuhi melalui penyesuaian jadwal masuknya barang ke pelabuhan nasional.
"Makanya salah satu caranya adalah impornya itu dilakukan secara pelan-pelan,” ujarnya. Artinya disesuaikan dengan kebutuhan di dalam negeri, sehingga harga di pasaran menjadi stabil.
Mendag juga menginformasikan kondisi terkini komoditas kedelai yang banyak dikonsumsi masyarakat luas. Menurut dia, pemerintah menjamin harga bahan baku tempe dan tahu tersebut belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan.
"Kedelai hingga saat ini masih dalam kondisi aman,” ujarnya. Artinya, tidak ada kenaikan harga pada komoditas tersebut hingga saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....