Jelang Lebaran, Habib Aboe Ajak Warga Hidupkan Ekonomi Lokal

  • 17 Mar 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Habib Aboe mengajak masyarakat menghidupkan ekonomi lokal menjelang Idulfitri.
  • Menghidupkan ekonomi lokal dinilai terkait dengan nilai gotong royong dan keadilan sosial Pancasila.
  • Dukungan terhadap usaha lokal diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat Lebaran.
  • Belanja di UMKM lokal meningkatkan pendapatan warga sekitar secara langsung.

RRI.CO.ID, Barabai – Anggota MPR RI Aboe Bakar Alhabsyi atau Habib Aboe mengajak masyarakat menghidupkan ekonomi lokal. Ajakan disampaikan dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Barabai, Kalimantan Selatan, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menekankan, momentum menjelang lebaran identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Karena itu, masyarakat diimbau memprioritaskan belanja di lingkungan sekitar.

“Menjelang Idulfitri, kebutuhan rumah tangga pasti meningkat. Saya mengajak masyarakat berbelanja di sekitar rumah saja,” ujarnya.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut berdampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Belanja di UMKM membantu meningkatkan pendapatan warga sekitar secara langsung.

“Kalau belanja di luar daerah, uang tidak berputar di lingkungan sendiri. Belanja lokal membuat manfaat langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya..

Habib Aboe juga mengaitkan hal tersebut dengan nilai gotong royong dan keadilan sosial. Menghidupkan ekonomi lokal merupakan bentuk nyata pengamalan nilai Pancasila.

“Ini bentuk gotong royong ekonomi. Kita saling menguatkan sesuai nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Diharapkan, kesadaran mendukung ekonomi lokal tidak hanya muncul saat Idulfitri. Dukungan terhadap usaha lokal perlu menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Jangan hanya saat lebaran. Jadikan budaya mencintai dan mendukung produk serta usaha lokal,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai, pasar domestik Indonesia sangat potensial. Optimalisasi konsisten diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 50 persen. Ini menunjukkan strategisnya kekuatan pasar dalam negeri,” katanya.

Ia menyampaikan hal itu dalam Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Senin, 2 Maret 2025. Forum tersebut mengusung tema Global In Flux and The Road Ahead.

Maman mengutip pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait konsumsi domestik. Sekitar 50 persen pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi dalam negeri.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 meningkat. Momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi pendorong utama.

Optimisme ini didukung konsumsi domestik dan pencairan tunjangan hari raya. Pemerintah juga menyalurkan stimulus berupa bantuan pangan dan diskon transportasi.

Kebijakan tersebut ditargetkan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,5 persen. Pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....