Produk Mamin dan Horeka Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp23,79 Miliar
- 16 Mar 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Produk mamin dan horeka Indonesia mencatat potensi transaksi USD 1,41 juta atau Rp23,79 miliar.
- Paviliun Indonesia seluas 105 meter persegi dikunjungi lebih dari 27.000 pengunjung internasional.
- Paviliun Indonesia diikuti 7 pelaku usaha, dengan 5 di antaranya UMKM program BISA Ekspor Kementerian Perdagangan.
RRI.CO.ID, Budapest - Produk makanan minuman (mamin) serta hotel restoran dan katering (horeka) Indonesia sukses mencatatkan transaksi Rp23,79 miliar di Budapest. Capaian ini diraih lewat pameran industri makanan internasional terbesar di kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT).
Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest Suci Mahanani menyebut produk nasional sangat diminati pengunjung mancanegara. Ia menilai partisipasi tujuh pelaku usaha dalam ajang ini menunjukkan kuatnya daya saing produk global.
“Pasar di kawasan ETT memiliki minat yang sangat tinggi terhadap produk Indonesia. Paviliun Indonesia mampu mencatatkan potensi transaksi yang membanggakan meskipun situasi geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah sedang menantang,” ujar Suci di Budapest, Jumat, 13 Maret 2026.
Suci mengatakan lebih dari 27.000 orang dari berbagai negara mengunjungi Paviliun Indonesia seluas 105 meter persegi. Ia merinci lima dari tujuh pelaku usaha merupakan hasil kurasi program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BISA Ekspor.
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Hungaria Penny D. Herasati mengapresiasi antusiasme para pengusaha yang hadir. Ia berharap pameran ini mampu membangun jejaring bisnis berkelanjutan antara Indonesia dengan para pembeli di Hungaria.
“Kami mengapresiasi antusiasme pelaku usaha yang hadir langsung dari tanah air. Harapannya, pameran ini membangun jejaring bisnis berkelanjutan antara pelaku usaha Indonesia dengan buyer di Hungaria maupun kawasan Eropa Tengah secara luas," ujar Penny.
Penny membuka Paviliun Indonesia yang menampilkan produk dari tujuh perusahaan melalui sinergi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan. Kegiatan strategis ini juga didukung penuh oleh ITPC Budapest serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest.
Perwakilan PT Java Spices Bertha Tanaem mengaku mendapatkan manfaat besar untuk memahami tren industri pangan dunia. Ia menyebut pameran ini menjadi ajang menjalin koneksi langsung dengan para importir rempah dari berbagai negara.
“SIRHA Budapest memberi manfaat besar bagi kami untuk memahami tren industri mamin global. Pameran ini juga jadi ajang menjalin koneksi langsung dengan distributor dan importir rempah-rempah dari berbagai negara,” ujar Bertha.
Finance Director PT Maxindo Karya Anugerah Carolina Renata Djaja menyebut produk camilan miliknya mendapat respons sangat positif. Ia menargetkan mitra bisnis baru yang dapat mengolah produk kerupuk setengah jadi atau pellet.
“Tamu-tamu yang mencoba camilan kami sangat terkesan dengan rasanya. Harapan besar kami adalah mendapatkan mitra distributor di Hungaria serta mitra bisnis yang dapat mengolah produk kerupuk setengah jadi (pellet) di wilayah Eropa Tengah,” ujar Carolina.
Pendiri PT Cahaya Desa Ekspor Indonesia Mahdalena Lubis merasa optimistis terhadap peluang ekspor produk vanila asli petani. Ia mengatakan antusiasme pembeli terhadap produk turunan vanila Indonesia meningkat pesat selama penyelenggaraan pameran berlangsung.
“Antusiasme pengunjung dan buyer sangat baik. Kami optimistis peluang ekspor produk vanila dan turunannya dari petani Indonesia akan semakin berkembang di pasar internasional,” ujar Mahdalena.
Perwakilan PT Persatuone Komoditas Indonesia Eva Nuryani menilai pameran ini sebagai jembatan bagi produk kakao dan kopi. Ia membuktikan bahwa komoditas unggulan tanah air mampu bersaing ketat dengan produk sejenis di pasar internasional.
“Ajang ini adalah jembatan nyata yang mempertemukan produk kakao dan kopi kami dengan pembeli potensial Eropa. Hal ini juga membuktikan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing global yang tinggi,” ujar Eva.
Pemilik PT Adarasa Putra Jaya Rusmiati Teguh Santoso mendapatkan validasi nyata atas kualitas produk minuman herbal miliknya. Ia berhasil menggaet banyak calon pembeli potensial yang berasal dari Budapest hingga negara-negara tetangga sekitar Hungaria.
“Pameran ini memberikan validasi nyata. Awalnya kami khawatir, tetapi ternyata produk minuman herbal kami sangat diterima,” ujar Rusmiati.