Legislator Ingatkan Pertamina agar Pastikan Stok BBM
- 27 Feb 2026 12:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Nasim Khan, menegaskan pentingnya kesiapan energi nasional menjelang H-3 minggu Lebaran. Ia menyoroti peran strategis PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia utama BBM dan Avtur di Indonesia dalam mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode mudik.
Menurut Nasim, momentum mudik Lebaran selalu memicu peningkatan signifikan konsumsi bahan bakar, baik untuk kendaraan darat maupun sektor penerbangan. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan jauh sebelum puncak arus mudik terjadi.
Untuk itu Politisi PKB tersebut menyatakan ada tujuh aspek penting yang perlu diperhatikan oleh Pertamina untuk memastikan stok BBM dan Avtur aman menjelang lebaran.
Pertama, Nasim menyebut perlunya ada Penguatan Stok dan Ketahanan Pasokan BBM. Ia menekankan pentingnya penambahan cadangan BBM dan Avtur di seluruh Terminal BBM serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
Ia mendorong agar Pertamina meningkatkan safety stock, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan tinggi.
Wilayah prioritas tersebut meliputi Jalur Pantura, Tol Trans Jawa dan Sumatra, serta kota-kota tujuan mudik utama.
“Selain itu, optimalisasi kilang domestik juga menjadi faktor kunci. Beberapa kilang strategis seperti Kilang Balongan dan Kilang Cilacap diharapkan beroperasi dengan tingkat utilisasi tinggi (high utilization rate) guna menjaga stabilitas pasokan nasional,” kata Nasim kepada wartawan, Kamis (26/02/2026).
Kedua adalah Pengamanan Distribusi dan Logistik Energi, dalam aspek distribusi, Nasim meminta adanya koordinasi intensif dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelancaran mobil tangki di jalur padat.
Menurutnya, skema prioritas distribusi di jalur rawan kemacetan. Pengoperasian SPBU Siaga dan SPBU modular 24 jam di jalur mudik
“Penyediaan motorist (layanan BBM keliling) untuk mengurai antrean panjang dan Penguatan jalur laut dan pipa juga perlu disiapkan, termasuk menyiagakan kapal tanker di wilayah kepulauan serta melakukan monitoring stok terminal secara real-time,” imbuhnya.
Ketiga, selain BBM Nasim menekakan Antisipasi Lonjakan Avtur di Bandara Utama juga harus diperhatikan.
Lonjakan pergerakan penerbangan selama musim mudik juga menjadi perhatian serius. Nasim menyebut, kenaikan trafik penerbangan bisa mencapai 10–20 persen dibanding hari normal.
“Karena itu, stok Avtur di bandara besar seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda harus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, selain penyesuaian jadwal pengiriman Avtur sesuai tambahan penerbangan (extra flight), kesiapan hydrant system serta penambahan armada refuelling truck juga dinilai krusial untuk mencegah mismatch antara supply dan demand.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....