Komisi XI DPR Imbau Pemerintah Jaga Inflasi selama Ramadan 2026

  • 16 Feb 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, memnta pemerintah konsisten menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Terutama pada bulan Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan hal tersebut harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan ekonomi nasional. Menurut dia, momentum hari besar keagamaan merupakan fase krusial yang menuntut kesiapan instrumen fiskal dan moneter secara terkoordinasi presisi.

"Setiap Ramadan, konsumsi meningkat dan tekanan harga bisa muncul," ujarnya di Jakarta, Senin 16 Februari 2026. Karena itu, lanjut dia, negara harus hadir lebih awal memastikan instrumen kebijakan bekerja sebelum gejolak terjadi.

Ketua Umum Depinas SOKSI itu mengungkapkan siklus musiman kenaikan permintaan terhadap bahan pokok telah menjadi pola yang dapat dipetakan. Menurut dia, tanpa langkah antisipatif yang matang, kondisi tersebut berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

"Terutama kelompok menengah dan bawah yang paling rentan terhadap lonjakan harga komoditas pangan," ujarnya. "Kalau harga beras, gula, atau minyak goreng naik tidak wajar, itu langsung memukul pengeluaran rumah tangga."

Misbakhun mengatakan pentingnya sinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan negara. Yaitu antara Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan industri perbankan nasional.

"Koordinasi tidak boleh setengah-setengah karena kita ingin semua otoritas bergerak dalam satu frekuensi," ujarnya. Sehingga, lanjut Misbakhun, jangan menunggu harga bergejolak baru bertindak.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri 2026. Sebanyak Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, mengatakan menyampaikan jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan dipicu penguatan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri.

"Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama periode tersebut, kami juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital," ujarnya. Baik melalui mobile dan internet banking, termasuk penggunaan BI-FAST dan QRIS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....