IHSG Dibuka Naik 18,26 Poin ke Level 6.055
- 05 Okt 2026 10:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka menguat 18,26 poin atau 0,30 persen ke level 6.055,15 pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, meningkat dibandingkan penutupan Jumat di level 6.036,89.
- Penguatan indeks pada perdagangan sebelumnya mencapai 0,46 persen, menunjukkan momentum positif di pasar saham Indonesia.
- Penguatan IHSG terjadi meski investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,31 triliun, mengindikasikan dukungan dari investor domestik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 18,26 poin atau sekitar 0,30 persen ke level 6.055,15 pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Penguatan tersebut dibandingkan penutupan perdagangan Jumat di level 6.036,89.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 0,46 persen. Namun, penguatan tersebut masih disertai aksi jual bersih atau net sell investor asing sebesar Rp1,31 triliun.
Sejumlah saham menjadi sasaran aksi jual investor asing. Saham tersebut antara lain GOTO, BBRI, SINI, BMRI, dan DSSA.
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini. IHSG diproyeksikan bergerak dalam kisaran 6.000 hingga 6.200.
"IHSG hari ini sideways cenderung menguat. IHSG akan berada pada kisaran level 6.000-6.200," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin, 5 Oktober 2026.
Investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis pekan ini. Bank Indonesia dijadwalkan merilis data cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan otomotif.
Dari pasar global, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu perhatian investor. Ekspektasi tersebut menurun setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan.
Data nonfarm payrolls Amerika Serikat tercatat bertambah 29 ribu pada September. Angka tersebut turun dari 133 ribu pada Agustus dan berada di bawah perkiraan 90 ribu.
"Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2 persen dari 4,1 persen. Sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Tim Phintraco.
Sementara itu, harga komoditas minyak mentah masih menjadi perhatian pasar meski mengalami penurunan terbatas. Penurunan harga minyak terjadi setelah negara-negara G7 mengumumkan rencana pelepasan 100 juta barel cadangan minyak dalam empat bulan ke depan.
Pasar global juga masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Pergerakan pasar obligasi pemerintah turut menjadi perhatian investor dalam menentukan arah pasar pada pekan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....