Awal Pekan, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan
- 05 Okt 2026 08:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan 'sideways' tapi berpeluang menguat dalam perdagangan hari ini
- Pekan ini para investor menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik.
- Faktor eksternal yang akan menjadi perhatian pasar adalah menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan 'sideways' tapi berpeluang menguat dalam perdagangan hari ini. Pada akhir pekan kemarin IHSG ditutup naik 0,46 persen ke level 6.036,89.
Namun penguatan IHSG masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp1,31 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah GOTO, BBRI, SINI, BMRI dan DSSA.
"IHSG hari ini sideways cenderung menguat pada kisaran level 6.000-6.200," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin, 5 Oktober 2026. Pekan ini para investor menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik.
Bank Indonesia akan merilis data cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, data penjualan ritel dan penjualan otomotif. Sementara itu, faktor eksternal yang akan menjadi perhatian pasar adalah menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.
"Hal tersebut disebabkan data penggajian pekerja non-pertanian di AS yang lebih rendah dari perkiraan," ucap Tim Phintraco. Data nonfarm payrolls AS tercatat 29 ribu di bulan September.
Data itu melambat dari 133 ribu di bulan Agustus, serta lebih rendah dari estimasi 90 ribu. Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2 persen dari 4,1 persen.
"Harga komditas, seperti minyak mentah menurun, tapi terbatas. Penurunan harga terjadi setelah negara G7 mengumumkan akan melepas 100 juta barel cadangan minyak selama 4 bulan ke depan," ujar Tim Phintraco.
Menurut Tim Phintraco, fokus perhatian pasar global masih akan tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Selain, pergerakan pasar obligasi pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....