IHSG Sesi I Turun 0,32 Persen ke 5.990 pada Jeda Perdagangan Jumat 2 Oktober 2026
- 02 Okt 2026 13:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup melemah pada sesi I Jumat, 2 Oktober 2026 dengan penurunan 19,30 poin atau 0,32 persen ke level 5.990,20.
- Meskipun dibuka dengan penguatan awal sebesar 8,58 poin atau 0,14 persen ke level 6.018,08, indeks berakhir pada posisi yang lebih rendah dari pembukaan.
- Pelemahan IHSG terjadi setelah perdagangan sebelumnya yang juga melemah 1,02 persen ke level 6.009,50, menunjukkan tren penurunan di pasar saham.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Jumat, 2 Oktober 2026. IHSG turun 19,30 poin atau 0,32 persen ke level 5.990,20.
IHSG sebelumnya dibuka menguat 8,58 poin atau 0,14 persen ke level 6.018,08. Penguatan awal terjadi setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya melemah 1,02 persen ke level 6.009,50.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.044,26 dan level terendah 5.979,98. Total volume perdagangan mencapai 80,44 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,39 triliun.
Sebanyak 230 saham menguat, 404 saham melemah, dan 151 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan hingga sesi I.
Mayoritas indeks sektoral tercatat menguat, antara lain sektor bahan baku, transportasi, energi, infrastruktur, properti, industri, konsumer non-siklikal, dan siklikal. Sementara sektor keuangan, teknologi, dan kesehatan berada di zona melemah.
Dari eksternal, aktivitas manufaktur Amerika Serikat masih berada dalam fase ekspansi selama sembilan bulan berturut-turut. Manufacturing PMI September berada di level 54,5, sedikit turun dari 54,6 pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, tekanan harga bahan baku Amerika Serikat kembali meningkat pada September. Indeks Prices naik menjadi 77,9 dari 71,1 pada bulan sebelumnya.
Permintaan manufaktur justru menguat, tercermin dari indeks pesanan baru yang naik menjadi 55,3. "Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas permintaan masih bertahan meski tekanan biaya produksi meningkat," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Securitas dalam risetnya, Jumat, 2 Oktober.
Sentimen global lainnya berasal dari ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang kembali meningkat. Pentagon dilaporkan menyiapkan tambahan kapal induk serta sekitar 10.000 personel ke kawasan Timur Tengah.
Perkembangan tersebut turut mendorong harga minyak mentah karena pasar kembali mencermati risiko gangguan pasokan energi. Harga minyak Brent ditutup naik 4,37 persen menjadi 102,31 dolar AS per barel.
Dari dalam negeri, inflasi Indonesia pada September mencapai 3,28 persen secara tahunan. Badan Pusat Statistik juga mencatat inflasi bulanan sebesar 0,30 persen dan inflasi inti 2,84 persen.
Bank Indonesia menyebut inflasi September masih berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus satu persen. BI juga memperkirakan inflasi tetap terkendali dalam sasaran pada 2026 dan 2027.
Di tengah berbagai sentimen tersebut, Tim Pilarmas memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan terbatas. "Kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 5.935–6.120," kata Tim Pilarmas dalam risetnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....