Bergerak di Zona Merah, IHSG Ditutup pada Level 6009,5
- 01 Okt 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG turun 61,64 poin atau 1,02 persen ke level 6.009,5 pada penutupan perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin jatuh pada sesi perdagangan Kamis 1 Oktober 2026. Terus berada di zona merah, IHSG ditutup pada posisi 6009,5 atau anjlok 61,64 poin (1,02 persen) dibandingkan sehari sebelumnya.
Menurut data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi pada 6095,23 setelah dibuka pada level 6062,89.
Mayoritas saham mengalami kemerosotan. Tercatat sebanyak 450 saham turun, sementara 206 saham naik dan 134 saham stagnan.
Sedangkan aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp10,564 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 32,134 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 1,574 juta kali transaksi.
Pelaku pasar juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis 1 Oktober 2026. Inflasi bulanan per September 2026 tercatat sebesar 0,30 atau sedikit lebih rendah dari perkiraan analisis Phintraco Sekuritas yaitu 0,31 persen.
Kemudian inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026 mencapai 3,28 persen lebih tinggi dibandingkan Agustus 2026 yaitu 3,19 persen. Ini juga sedikit lebih rendah dibandingkan analisis Tim Phintraco sebesar 3,3 persen.
Sedangkan inflasi tahun anggaran Januari-September 2026 tercatat sebesar 2,17 persen, naik dibandingkan 1,86 persen pada Agustus 2026. Menurut Tim Phintraco, inflasi yang meningkat menunjukkan harga-harga kebutuhan hidup yang mulai merangkak naik.
Tim juga mencermati anggaran subsidi pemerintah pada APBN 2027 sebesar Rp261,5 triliun. Ini berarti turun Rp11,4 triliun dari rencana awal pada Nota Keuangan dan RAPBN 2027 sebesar Rp272,94 triliun.
BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia Januari-Agustus 2026 mengalami surplus senilai USD7,25 miliar. Ini berasal dari surplus sektor nonmigas sebesar USD28,54 miliar, sementara sektor migas defisit hingga USD21,29 miliar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....