Rupiah Dibuka Melemah dalam Pembukaan Perdagangan Hari Ini

  • 22 Sep 2026 09:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu data Bloomberg, rupiah terpantau dibuka turun 0,25 persen atau 45 poin ke posisi Rp17.892 per dolar AS
  • Indeks dolar AS menguat menyusul pernyataan 'hawkish' (ketat) pejabat The Fed, Austan Goolsbee
  • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia Rabu besok diprakirakan akan mempertahankan suku bunga

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah terpantau dibuka turun 0,25 persen atau 45 poin ke posisi Rp17.892 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, rupiah turun cukup signifikan 0,50 persen ke level Rp17.847 per dolar AS. "Hari Ini rupiah diprakirakan masih tertekan terhadap dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Selasa, 22 September 2026.

Indeks dolar AS menguat menyusul pernyataan 'hawkish' (ketat) pejabat The Fed, Austan Goolsbee. "Pernyataan tersebut kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi," ucap Lukman.

Di sisi lain, Lukman memprakirakan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia besok akan mempertahankan suku bunga. Keputusan itu, menurut Lukman dapat membatasi dukungan terhadap rupiah.

"Nilai tukar rupiah hari ini diprakirakan akan bergerak di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS," ujar Lukman. Sedangkan indeks dolar AS bergerak di level 100,43, naik 0,2 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, Bank Indonesia dalam pernyataannya Senin kemarin menyebut tensi geopolitik menjadi penyebab utama berlanjutnya pelemahan rupiah. Konflik menyebabkan tingginya harga minyak yang memicu kekhawatiran akan inflasi global.

Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik. BI menegaskan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....