APBN Akhir Agustus 2026 Tetap Kuat, Defisit Tercatat Rp240,1 Triliun

  • 18 Sep 2026 13:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kinerja APBN tetap kuat hingga akhir Agustus 2026 dengan keseimbangan primer yang positif dan defisit yang masih terkendali.
  • Realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan APBN hingga akhir Agustus masih berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan.
  • Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan dalam Konferensi Pers APBN KiTA sebagai bentuk transparansi kinerja keuangan negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat hingga akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut tercermin dari keseimbangan primer yang positif dan defisit yang masih terkendali.

Suahasil menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Pers APBN KiTA. Ia menyebut realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan APBN hingga akhir Agustus masih berjalan sesuai jalur.

“Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif. Defisit tetap dalam batasan yang terkendali dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” ujar Suahasil di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65 persen dari target. Sementara itu, belanja negara tercatat sekitar Rp2.295 triliun.

Defisit APBN hingga akhir Agustus tercatat Rp240,1 triliun. Defisit tersebut setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi penerimaan, pendapatan negara tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen, sedangkan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mencatat pertumbuhan 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun. Pada periode yang sama, belanja negara tumbuh 17,1 persen.

Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menkeu menegaskan percepatan belanja tetap harus memperhatikan efisiensi, ketepatan sasaran, dan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“APBN hadir untuk melindungi masyarakat. Berbagai macam program yang saya sampaikan tadi, subsidi, kompensasi, PKH, perlindungan sosial, menjaga daya beli, menjaga kesejahteraan, mendorong pemberdayaan ekonomi,” kata Suahasil.

Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya APBN dalam melindungi masyarakat. Menkeu menegaskan pelaksanaannya harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kredibilitas fiskal.

“Dan karena itu, APBN-nya harus tetap kredibel. Pendapatan harus kita perkuat, belanja harus makin efektif, produktif, tapi harus tetap efisien, dan defisit kita kelola secara sehat dan terkendali,” ucap Suahasil.

Ke depan, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus kredibilitas APBN. Upaya tersebut dilakukan agar stabilitas ekonomi, akselerasi pembangunan, dan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....