The Fed Naikkan Suku Bunga, IHSG Berisiko Melemah
- 17 Sep 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berisiko melemah dalam perdagangan hari ini
- The Fed untuk pertama kalinya sejak Juli 2023 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin
- The Fed juga mengatakan, pengetatan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat, the Fed menaikkan suku bunga. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berisiko melemah dalam perdagangan hari ini.
Pada Rabu kemarin, IHSG ditutup turun 0,38 persen, disertai dengan net sell asing Rp592 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BUMI, BBCA, ADRO, dan ITMG.
"Hari ini IHSG berpotensi 'sideways' cenderung melemah seiring dengan kenaikan suku bunga the Fed, " kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis, 17 September 2026. Menurutnya IHSG akan bergerak di rentang 6.350-6.400 di level support, da 6.500-6.540 di level resistansi.
The Fed untuk pertama kalinya sejak Juli 2023 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Keputusan itu diambil setelah setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu waktu setempat.
Sehingga suku bunga the Fed di bulan September 2026 menjadi 3,75-4 persen. The Fed menyatakan keputusan menaikkan suku bunga diambil secara bulat.
"The Fed juga mengatakan, pengetatan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat. Langkah itu untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat," kata Fanny mengutip pernyataan Ketua the Fed, Kevin Warsh.
Warsh juga mengatakan ekonomi AS menguat sejak pertemuan The Fed terakhir. Namun tren inflasi menunjukkan sedikit perbaikan.
Bursa saham Amerika Serikat melemah setelah the Fed mengumumkan kenaikan suku bunga. Dow Jones Industrial Average turun 1,21 persen, S&P 500 turun 0,44% persen, dan Nasdaq Composite turun 0,01 persen.
Sedangkan bursa saham di kawasan Asia menguat pada Rabu kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,7 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,2 persen, Kospi Korea Selatan melesat 1,4 persen.
Kenaikan disebabkan, di kawasan Asia masih menunggu keputusan the Fed pada saat penutupan perdagangan. "Setelah the Fed menaikkan suku bunga, investor bersikap hati-hati dengan keputusan Bank of Japan hari Jumat besok," ucap Fanny.
Bank of Japan (BOJ) diprakirakan juga akan menaikkan suku bunga. Sehingga trend suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....