Menkeu Baru Suahasil akan Lanjutkan Kebijakan Efisiensi Anggaran

  • 14 Sep 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan melanjutkan kebijakan yang ada
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan efisiensi anggaran tidak selalu dengan memangkas anggaran belanja
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN

RRI.CO.ID, Jakarta-Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara akan melanjutkan kebijakan yang telah dilakukan di kementeriannya terkait efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Efisiensi itu adalah bagian dari gerak APBN. Jadi APBN itu ada penerimaan, ada belanja, dan ada pembiayaan,” kata Menteri Suahasil usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin, 14 September 2026.

Menteri Suahasil menegaskan efisiensi tidak melulu terkait pemangkasan anggaran belanja . Efisiensi adalah menggunakan anggaran untuk belanja namun ada hasilnya yang kemudian dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Dibagian belanja, kita selalu berusaha mencari belanja yang lebih efisien tapi menghasilkan oitput, sesuai dengan direncanakan. Jadi dengan output yang ada, dengan belanja yang ada menghasilkan output yang maksimal, ini adalah bentuk efisiensi dari APBN,” ujarnya.

“Jadi efisiensi itu bukan hanya sekedar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang output yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” katanya menegaskan.

Menteri Suahasil memastikan akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara sehingga mampu menjalankan program-program prioritas Presiden Prabowo. Komitmen untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN merupakan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut. APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya akan menekankan pentingnya komunikasi publik dalam pengelolaan keuangan negara. Menurutnya kredibilitas APBN harus dibangun tidak hanya melalui kebijakan yang sehat tetapi komunikasi yang konsisten.

“Saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya. Komunikasi publik yang dapat dipercaya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....