IHSG Naik 0,60 Persen ke Level 6.564,51 pada Jeda Siang Perdagangan
- 01 Sep 2026 13:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG naik 39,03 poin atau 0,60 persen ke level 6.564,51 pada penutupan sesi pertama, Selasa, 1 September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi pertama, Selasa 1 September 2026. IHSG tercatat naik 39,03 poin atau 0,60 persen ke level 6.564,51.
IHSG dibuka di level 6.538,12 pada awal perdagangan. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak pada rentang 6.535,79 hingga 6.586,16.
Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp10,212 triliun dengan volume 28,498 miliar saham. Sebanyak 385 saham naik, 221 saham turun, dan 183 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan terbesar pada sesi pertama yaitu SQMI, KKES, BSIM, SAFE, dan AIMS. Sedangkan saham-saham yang mengalami tekanan sepanjang sesi pertama atau top losers misalnya RGAS, KICI, BIKE, OBMD, dan BAJA.
Penguatan IHSG terjadi ketika sejumlah bursa regional Asia mengalami tekanan. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kembali tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“Eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global,” kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas. “Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.”
Menurut Tim Pilarmas, sentimen eksternal juga datang dari kebijakan moneter Washington. Pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengenai inflasi turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.
Meski menghadapi tekanan eksternal, IHSG masih mendapat dukungan dari sentimen domestik. Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai kepastian kebijakan moneter menjadi salah satu penopang pasar.
Sentimen tersebut muncul setelah DPR mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Mantan Deputi Gubernur Senior BI itu akan menjalankan masa jabatan untuk periode 2026-2031.
“Pengesahan tersebut tentunya memberikan kepastian hukum dan arah kebijakan moneter yang kuat,” ujar Tim Pilarmas. “Sehingga ini akan memberikan sinyal untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing,” ujar Tim Pilarmas.
Sentimen domestik turut diperkuat oleh angka inflasi Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan pada Agustus 2026.
Angka inflasi tersebut masih berada dalam kisaran sasaran BI. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga sentimen positif di pasar domestik.
Neraca perdagangan Juli 2026 juga kembali mencatat surplus sebesar USD120 juta. Capaian tersebut membalikkan posisi defisit yang terjadi pada bulan sebelumnya.
Namun, aktivitas manufaktur Indonesia masih menjadi perhatian pasar. PMI manufaktur Agustus 2026 berada di level 49,8 atau masuk zona kontraksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....