Pagu Turun, Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun untuk 2027
- 31 Agt 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajukan penambahan anggaran Rp1,72 triliun untuk tahun 2027 guna mendukung pembangunan sektor industri nasional.
- Dana tambahan tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat produktivitas, daya saing, hilirisasi, pengembangan industri kecil menengah (IKM), pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi industri.
- Anggaran saat ini bagi Kementerian Perindustrian masih dianggap belum ideal dan perlu ditingkatkan untuk mendukung agenda pembangunan industri yang lebih agresif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan tambahan anggaran Rp1,72 triliun untuk 2027. Anggaran tersebut ditujukan untuk memperkuat produktivitas, daya saing, hilirisasi, IKM, sumber daya manusia, dan transformasi industri nasional.
Agus menyampaikan usulan tersebut dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) 2027 bersama Komisi VII DPR RI. Ia menyebut alokasi anggaran Kementerian Perindustrian saat ini belum ideal untuk mendukung agenda pembangunan industri.
“Besarnya agenda pembangunan industri tersebut, maka dapat kami sampaikan bahwa alokasi anggaran yang tersedia saat ini masih belum ideal. Oleh karena itu Kemenperin mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar 1,72 triliun,” ujar Agus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Untuk mencapai sasaran pembangunan industri, Kemenperin mengarahkan kebijakan pada akselerasi hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi. Kebijakan tersebut juga mencakup peningkatan daya saing industri padat karya, transformasi menuju industri hijau, perluasan dan pendalaman ekspor, serta peningkatan produktivitas.
Kementerian Perindustrian memperoleh pagu anggaran Rp2,01 triliun pada 2027. Pagu tersebut turun Rp488,16 miliar atau sekitar 19,51 persen dibandingkan pagu awal 2026.
Agus menjelaskan pagu 2027 bersumber dari rupiah murni Rp1,58 triliun dan PNBP Rp79,54 miliar. Selain itu, terdapat sumber anggaran dari BLU Rp315,69 miliar dan SBSN Rp34,63 miliar.
“Pada tahun 2027 pagu anggaran Kementerian Perindustrian tidak mendapatkan alokasi tambahan atau masih sama dengan pagu indikatif tahun 2027. Di mana pagu anggaran bersumber dari rupiah murni sebesar 1,58 triliun,” kata Agus.
Jika dilihat berdasarkan jenis belanja, alokasi tersebut terdiri atas belanja pegawai Rp1,119 triliun. Belanja operasional mencapai Rp354,42 miliar, sedangkan belanja nonoperasional sebesar Rp539,91 miliar.
Agus menyoroti porsi belanja operasional dasar yang cenderung meningkat, terutama untuk belanja pegawai dan kebutuhan operasional tugas serta fungsi. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya ruang anggaran untuk belanja nonoperasional.
“Porsi belanja operasional dasar khususnya belanja pegawai dan kebutuhan operasional pelaksanaan tugas dan fungsi cenderung meningkat. Konsekuensinya ruang anggaran untuk belanja non-operasional menjadi terbatas,” ucap Agus.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,8 persen. Adapun pertumbuhan industri pengolahan ditargetkan sebesar 5,86 persen dengan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB sebesar 21,5 persen.
Kemenperin menetapkan delapan program kerja utama untuk memperkuat fondasi industri nasional. Program tersebut mencakup pembangunan SDM, penguatan IKM, hilirisasi, inovasi dan teknologi, produk dalam negeri, ekspor, industri hijau, serta aglomerasi kawasan industri.
Agus menyebut delapan program tersebut menjadi instrumen untuk memastikan penguatan pasar domestik, peningkatan produktivitas, hilirisasi, transformasi industri, dan perluasan pasar tetap berjalan. Agenda tersebut diarahkan sesuai dengan RKP 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....