IHSG Diprakirakan Lanjutkan Pengiatan Awal Pekan Ini

  • 24 Agt 2026 08:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan menguat dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini
  • Pasar masih waspadai sentimen negatif jangka pendek, utamanya terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari rebalancing indeks FTSE Global Equity Indeks
  • Para investor akan mencermati Simposium Jackson Hole, pasar akan melihat mengenai prospek kebijakan moneter the Fed

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan menguat dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Pada akhir pekan kemarin, IHSG ditutup naik 0,37 persen ke level 6.525,69.

Naiknya IHSG di akhir pekan kemarin, ditopang penguatan nilai tukar rupiah dan optimisme akan prospek ekonomi. Namun pasar masih waspadai sentimen negatif jangka pendek.

"Utamanya terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari rebalancing indeks FTSE Global Equity Indeks," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin, 24 Agutus 2026. Menurutnya, IHSG hari ini akan bergerak di level support 6.500 dan level resistansi 6.700.

Tim Phintraco menyoroti sejumlah faktor eksternal yang lebih dominan mempengaruhi sentimen pasar hari ini. Diantaranya pergerakan dan prospek suku bunga global dan imbal hasil obligasi pemerintah tenor jangka panjang.

'Kedua hal tersebut akan menjadi fokus perhatian investor di tengah tingginya harga energi dan pelebaran defisit anggaran di AS. Peningkatan penerbitan surat utang korporasi di AS juga akan mempengaruhi sentimen pasar.

Yield US-Treasury (obligasi pemerintah AS) berlanjut naik. Tenor 10 tahun naik 3 bps ke 4,73 persen dan tenor 30 tahun naik lebih dari 3 bps ke 5,27 persen.

Di sisi lain, para investor akan mencermati Simposium Jackson Hole, pasar akan melihat mengenai prospek kebijakan moneter the Fed. Khususnya pandangan dan sikap the Fedmengenai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS akhir-akhir ini.

Sementara itu, harga harga minyak Brent bergerak stabil di kisaran USD94 per barel. Seiring adanya indikasi bahwa Iran berupaya mengakhiri konflik dengan AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....